Pasalnya sebuah studi baru mengungkapkan bahwa pria yang stres, terutama karena masalah ekonomi cenderung tertarik pada wanita yang lebih gemuk atau chubby.
Untuk mengamati dampak stres terhadap preferensi seksual pria, tim peneliti dari University of Westminster, London yang dipimpin oleh Viren Swami melibatkan 81 pria muda berusia 18-42 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penelitian menunjukkan, kelompok pria yang stres cenderung memberikan penilaian tertingginya pada wanita gemuk dibandingkan dengan kelompok pria yang hanya diminta untuk bersantai.
Faktanya, stres tampaknya menggeser seluruh peringkat wanita dengan berat badan di atas rata-rata di dalam serangkaian foto yang ditunjukkan kepada partisipan, bahkan bagi wanita yang obesitas sekalipun.
"Apa yang kami lihat dalam studi ini adalah perjuangan awal para pria untuk bertahan hidup. Sejak zaman nenek moyang kita, mungkin telah menjadi sesuatu yang lazim jika seorang pria akan memilih istri yang chubby, terutama ketika menghadapi masa-masa kelaparan yang menyebabkan stres," ujar pakar antropologi biologi Helen Fisher saat menanggapi studi ini.
Alasan memilih istri chubby tak hanya karena mempunyai kalori yang lebih banyak untuk dibakar tetapi juga karena memiliki lebih banyak energi dan daya tahan tubuh.
Tampaknya para pria masih mendengarkan pesan yang tersimpan dalam DNA-nya sejak ribuan tahun lalu bahwa menjadi gemuk saat kondisi ekonomi sedang jatuh merupakan hal yang menggembirakan.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE.
(ir/ir)










































