Baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Neuroscience mengklaim telah menemukan jawabannya setelah mengamati otak lima anak laki-laki dan lima anak perempuan berusia 4-5 tahun.
Dari situ diketahui bahwa otak anak perempuan mengandung protein bernama FOXP2 dengan kadar 30 persen lebih banyak daripada yang dimiliki otak anak laki-laki. Yang mengejutkan ternyata protein FOXP2 ini dihasilkan oleh sebuah gen yang bertanggung jawab terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan vokalisasi maupun berbicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak mengatakan ini adalah jawaban dari semua pertanyaan kita selama ini tapi bisa jadi temuan ini adalah perjalanan awal dimana kita dapat mulai alasan mengapa wanita cenderung lebih verbal ketimbang pria," tambahnya.
Kendati begitu peneliti mengakui jika mereka masih jauh dari pemahaman tentang bagaimana gen tersebut dapat mempengaruhi kemampuan berbicara manusia, termasuk kaitannya dengan fungsi otak yang lain. Bahkan bisa jadi penemuan protein FOXP2 ini dapat menuntun para pakar untuk mengungkap adanya perbedaan antara pria dan wanita yang jauh lebih besar dari yang pernah ada.
(/)










































