Para peneliti di John Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Amerika, menemukan bahwa dokter rumah sakit lebih ramah pada pasien kurus daripada mereka yang kelebihan berat badan. Mereka menemukan bahwa dokter sedikit kurang profesional dalam mendiagnosis atau mengobati penyakit pasien bertubuh besar, tapi sisi buruk itu dapat berubah ketika terjadi komunikasi yang baik.
Dikutip dari Dailymail Rabu (24/4/2013) para peneliti percaya hal ini mungkin terjadi karena para profesional bidang kesehatan kurang menghargai orang gemuk lantaran mereka merasa harus bertindak lebih banyak untuk menolongnya. Tentunya sikap ini bisa berdampak negatif pada kesehatan pasien yang kelebihan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Kimberly Gudzune, yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Ikatan dan empati sangat penting untuk hubungan pasien dan dokter."
Menurut Prof Kimberly ketika dokter menyatakan empatinya, pasien akan lebih patuh dalam melakukan rekomendasi medis dan menanggapi konseling perubahan perilaku. Semua elemen ini penting dalam membantu pasien yang kelebihan berat badan dan obesitas untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan mereka.
"Tanpa hubungan itu, Anda dapat melakukan kecurangan pada pasien yang sangat membutuhkan Anda," kata Prof Kimberly.
Tim peneliti juga mempelajari rekaman percakapan antara dokter dan pasien untuk melihat apakah mereka menderita tekanan darah tinggi. Data pribadi pasien, diagnosis, pengobatan yang diberikan, serta bahasa yang digunakan oleh dokter dianalisis oleh peneliti.
Dari penelitian diketahui dokter menghabiskan waktu yang sama saat menghadapi pasien gemuk dan kurus. Dokter juga memberikan nasihat dan pengobatan yang setingkat. Namun, bahasa yang digunakan dokter ketika berhadapan dengan pasien yang kelebihan berat badan mengandung frase jauh lebih emosional sehingga menunjukkan kurangnya perhatian secara umum.
Prof Kimberly pun menambahkan bahwa pasien obesitas mungkin lebih rentan terhadap kurangnya komunikasi dengan dokter. "Studi menunjukkan bahwa dokter mempertahankan sikap negatif terhadap pasien tersebut. Beberapa dokter kurang memiliki rasa hormat pada pasien obesitas yang datang mengunjungi mereka," tambahnya.
(vit/vit)











































