detikhealth

Translokasi IUD

Walau Jarang, Kontrasepsi Spiral Bisa Juga Meleset ke Ginjal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 10/05/2013 13:06 WIB
Walau Jarang, Kontrasepsi Spiral Bisa Juga Meleset ke GinjalIlustrasi IUD (dok: Getty Images)
Jakarta, Kontrasepsi spiral atau IUD (Intra Uterine Device) yang meleset tidak cuma dialami oleh istri Daus Mini. Meski sebenarnya langka, kejadian yang disebut translokasi IUD ini dialami juga oleh beberapa pengguna alat kontrasepsi tersebut.

Krisnamurti misalnya, ibu muda yang bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta di Jakarta juga mengalami translokasi IUD. Spiral yang digunakannya bahkan tidak cuma meleset, tetapi terbelah dan salah satu bagian bergeser sampai di sekitar ginjal.

"Hanya berselang 2 bulan setelah pemasangan. Parahnya, IUD itu terbelah 2 patahan, sebelahnya sampai ke saluran kencing dekat ginjal, yang sebelahnya nggak tahu ke mana," kata Krisnamurti kepada detikHealth, dan ditulis pada Jumat (10/5/2013).

Kejadian tersebut tentunya sangat tidak diharapkan meski akhirnya IUD yang pecah itu bisa dikeluarkan lewat bedah laparoskopi. Krisnamurti mengaku, pemasangan IUD tidak sembarangan karena dilakukan oleh dokter kandungan yang cukup senior dan berpengalaman.

Dihubungi secara terpisah, dr M Nurhadi Rahman, SpOG dari RS Dr Sardjito Yogyakarta mengatakan bahwa translokasi IUD dalam bentuk patahan seperti yang dialami Krisnamurti sangat mungkin terjadi. Patahan seperti itu bisa berpindah dari lokasi semula yakni di rahim.

"Sangat mungkin terjadi, walaupun kejadiannya sangat kecil. Apabila terjadi di rongga perut, bisa perpindah ke mana saja ke organ-oragan yang berada disekitar rahim, termasuk mendekati ginjal, dan sebagainya, karena pergerakan usus bisa memindahkan serpihan IUD tersebut," kata dr Nurhadi, dokter kandungan yang mendalami laparoskopi ginekologi, dan telah menangani sedikitnya 15 kasus translokasi IUD dalam 2 tahun terakhir.

Dikatakan oleh dr Nurhadi, translokasi IUD merupakan kejadian berpindahnya IUD atau spiral ke lokasi atau posisi yg tidak normal. Normalnya, posisi alat kontrasepsi berbentuk huruf T ini berada di dalam rahim. Posisi huruf T-nya harus sejajar dengan rahim di bagian tengah atas, tidak boleh miring, ataupun turun, atau bahkan menembus rahim.

Kejadian seperti ini sebenarnya cukup langka, hanya ada 2 kasus di antara 1.000 pengguna IUD. Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), dr Muhammad Tri Tjahjadi, MPH seperti diberitakan detikHealth sebelumnya mengatakan, kontrol pertama setelah pemasangan penting dilakukan untuk mencegah pergeseran IUD.

"Eksklusi itu 2 dari 1.000 ada kemungkinannya. Makanya kehati-hatian waktu memasang itu sangat penting dan kontrol pertama itu sangat penting," kata dr Tri.

Apa saja penyebab IUD atau spiral meleset dan lari dari posisi normalnya, dan ke mana biasanya benda itu pergi? Tunggu ulasannya di detikHealth.


(up/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit