Syarat Bagi Penerima dan Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang

Syarat Bagi Penerima dan Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang

detikHealth
Selasa, 11 Jun 2013 14:49 WIB
Ditulis oleh:
Syarat Bagi Penerima dan Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dok, saya mau tanya kalau mau transplantasi sumsum tulang belakang? Dan sumsum tulang bagi si penerima syaratnya apa saja? Dan bagi si pendonor syaratnya apa saja? Terimakasih.

Gilang Ramadhan (Pria lajang, 17 tahun)
gilangXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 162 cm, berat badan 45 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mas Gilang,

Mohon maaf, sebelumnya kami ingin mengkoreksi istilah yang Anda pakai terlebih dulu.

Istilah yang tepat adalah 'transplantasi sumsum tulang' (bone marrow transplantion), bukan 'transplantasi sumsum tulang belakang'. Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ada di dalam rongga tulang dan mengandung sel induk (stem cells). Sedangkan sumsum tulang belakang adalah terjemahan Bahasa Indonesia untuk Medulla Spinalis, yaitu sistem syaraf pusat yang dilindungi oleh tulang belakang.

Transplantasi sumsum tulang banyak dilakukan pada pengobatan kanker dan penyakit kelainan darah. Donor bisa diambil dari diri sendiri (autologous bone marrow transplant) maupun dari orang lain (allogenic bone marrow transplant). Syarat utama antara pendonor dan penerima adalah adanya kesesuaian tipe (matched).

Bila transplantasi sumsum tulang dimaksudkan untuk menambah tinggi badan, maka hal ini tidak dapat dilakukan.

Tinggi badan dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik), kesehatan, aktivitas olahraga, dan gizi.

dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT
Dokter bedah Orthopedi dan Traumatologi lulusan Universitas Airlangga Surabaya dan Inje University di Seoul dengan sub/super spesialisasi di bidang Sport Medicine & Arthroscopy. Saat ini mengajar di Unika Widya Mandala, Surabaya dan menjadi pengurus IOSSMA (Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy) di bawah kolegium PABOI (Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia).

(hrn/up)

Berita Terkait