"Selain maag, saat puasa banyak yang mengeluh mual dan muntah. Secara medis ini gejala Gastro Esofageal Reflux Disease (GERD). GERD merupakan salah satu gangguan pencernaan di mana isi lambung keluar atau muntah," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT, yang akrab disapa dr Ade, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (18/7/2013).
Menurut dr Ade, kondisi ini lebih berisiko dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan tidur mendengkur atau ngorok. Gejala yang paling sering adalah perut selalu terasa kembung, mual, muntah setelah tidur (khususnya setelah makan sahur) dan ada rasa ketidaknyamanan di dada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memang aktivitas orang tersebut memang banyak dan membutuhkan waktu lebih untuk tidur, maka dr Ade menyarankan untuk menggunakan bantal atau sandaran yang tinggi, sehingga posisi tidur pun menjadi setengah duduk atau bersandar ke tembok. Tidak disarankan untuk tidur dalam posisi telentang.
"Kalau posisi bantalnya terlalu rendah atau telentang, bisa membuat asam dan isi perut berbalik keluar ke arah kerongkongan," papar dr Ade.
Dilanjutkan oleh dr Ade, GERD sementara bisa dihilangkan efeknya dengan mengubah posisi tidur. Namun jika memang dirasakan sudah mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas cukup sering, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Sebab, penyakit ini hanya bisa diatasi melalui perawatan medis.
(vit/vit)










































