Ilmuwan Stephen Hawking Dukung Euthanasia Asal Pasien yang Meminta

Ilmuwan Stephen Hawking Dukung Euthanasia Asal Pasien yang Meminta

Ashrini Shabiani TS Annisa - detikHealth
Kamis, 19 Sep 2013 15:01 WIB
Ilmuwan Stephen Hawking Dukung Euthanasia Asal Pasien yang Meminta
Foto: Reuters
Jakarta - Euthanasia, proses membantu orang yang sakit parah atau yang selalu dalam kondisi kesakitan untuk meninggal, selama ini menjadi perdebatan. Semua pihak memiliki persepsi sendiri-sendiri, termasuk ilmuwan asal Inggris Stephen Hawking.

Stephen Hawking yang duduk di kursi roda ini didiagnosa mengalami penyakit neuron motorik saat ia berusia 21 tahun dan mengatakan bahwa ia hanya memiliki waktu dua sampai tiga tahun untuk hidup. Namun nyata saat ini Stephen telah berusia 71 tahun. Tak hanya itu, dia adalah salah satu ilmuwan terkemuka di dunia yang dikenal sebagai penulis buku terlaris internasional 'A Brief History of Time' dan tentang gagasan lubang hitam.

Bicara mengenai dokumen mengenai hidupnya yang dikeluarkan minggu ini, Stephen mengatakan bahwa ia mendukung hak orang untuk mengakhiri hidupnya alias menjalani euthanasia, namun hanya jika orang tersebut benar-benar memilih jalan itu. Demikian dikutip dari AsiaOne, Kamis (19/9/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengingat kembali bagaimana dulu ia pernah menggunakan mesin untuk membantunya tetap hidup setelah menderita pneumonia dan isterinya memberikannya pilihan apakah ia ingin mematikan mesin tersebut. Namun saat itu, mematikan mesin penunjang hidup bukanlah hal yang ia inginkan.

"Saya pikir mereka yang memiliki penyakit yang mematikan dan merasakan sakit yang sangat dahsyat seharusnya memiliki hak untuk memilih apakah mereka ingin mengakhiri hidup mereka. Dan untuk mereka yang ingin membantu seharusnya bebas dari penuntutan," kata Stephen.

Ia juga menambahkan bahwa harus ada upaya perlindungan bahwa orang yang bersangkutan memang benar-benar ingin mengakhiri hidup mereka dan bukan keputusan orang lain. Orang yang bersangkutan juga tidak dalam tekanan atau dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan yang bersangkutan.

Membantu tindak bunuh diri adalah hal yang ilegal di Inggris. Sementara pengaitan euthanasia dengan kriminalitas menjadi nahan perdebatan di banyak negara.

Pendukung euthanasia mengatakan orang yang sedang sakit parah seharusnya diizinkan untuk meninggal dengan hormat. Sementara para penentang euthanasia mengatakan liberalisasi hukum bisa membuat orang rentan terhadap risiko.

Swiss dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat adalah tempat di mana beberapa bentuk euthanasia adalah legal dalam keadaan tertentu.

Stephen yang beberapa kali muncul di acara TV seperti The Simpsons dan Star Trek, mengatakan bahwa pikirannya yang aktif dan rasa humor adalah kuncinya bisa bertahan hidup. Saat ini Stephen berkomunikasi melalui otot wajah yang terhubung dengan sensor dan sistem suara komputer.

"Teori fisika adalah salah satu bidang di mana orang cacat jadi tidak cacat. Itu semua hanya dalam pikiran," tutur ilmuwan yang bekerja di Cambridge University ini.

Film dokumenter tentang Stephen Hawking yang berjudul 'Hawking' dan dibuat oleh Vertigo Films akan dirilis di Inggris pada tanggal 20 September.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads