Ini Dia Caranya Agar Tidak Stres Saat Menghadapi Macet

Ini Dia Caranya Agar Tidak Stres Saat Menghadapi Macet

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 10 Okt 2013 17:30 WIB
Ini Dia Caranya Agar Tidak Stres Saat Menghadapi Macet
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Macet pasti sudah menjadi 'sahabat' bagi warga yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Pagi, siang, bahkan malam pun masyarakat kerap dibuat pusing dengan macet hingga tak jarang banyak orang yang stres. Padahal, ada trik yang bisa dilakukan agar tidak stres saat terjebak kemacetan, apa itu?

"Kalau di angkot atau bus sudah berdesak-desakan gitu biar nggak stres yaitu dengan membayangkan hal yang indah-indah. Oke saya berdiri dan desak-desakan di kendaraan umum, tapi tidak lama lagi saya akan pulang ke rumah, dan di rumah saya akan melakukan ini," kata dokter spesialis kesehatan jiwa, dr Tun Kurniasih Bastaman, SpKJ(K).

"Jadi dengan kita mensugesti, melakukan self suggestion bahwa ada hal-hal menarik yang akan kita kerjakan. Jangan malah memandang jalanan yang macet di depan," imbuh ibu satu anak ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dr Tun usai menghadiri acara Sarasehan 'Menjadi Lansia Sehat dan Mandiri' dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2013).

Sedangkan, untuk orang yang menggunakan kendaraan pribadi, dr Tun menyarankan mereka untuk mengalihkan stresnya dengan hal-hal menyenangkan misalnya dengan mendengarkan lagu, bermain games, atau merajut.

"Sambil belajar dengerin pembicaraan bahasa inggris di handphone atau mp3 player juga bisa lho. Saya pikir kalau terjebak kemacetan kita sambil belajar bahasa Inggris, kita dengerin orang ngomong, itu bisa memperlancar ya," kata dr Tun.
 
Wanita yang menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia ini juga mengatakan bahwa tingkat stres yang dirasakan setiap orang pada dasarnya tergantung dari kemampuan adaptasinya.

Menurut dr Tun, salah satu tanda sehat jiwa adalah fleksibilitas, adaptasi, dan kemampuan mencari solusi, tidak hanya stuck atau terjebak di dalam suatu keadaan. Ketika orang hanya bisa pasrah menerima keadaan dirinya terjebak macet, itu bisa jadi sumber stres bagi orang tersebut.

"Tetapi bagi orang-orang yang fleksibel, akan lebih mudah bagi mereka menerima macet itu. Kalau enggak bisa beradaptasi bisa saja jengkel, marah, panik, cemas, bahkan depresi," papar dr Tun.

Sebab, seseorang yang tidak fleksibel dalam artian tidak bisa mencari solusi dari kemacetan yang dihadapinya, mereka akan merasa terjebak dan akhirnya frustasi.

"Setelah frustasi, merasa tidak berdaya dan depresi karena merasa terjebak dalam kemacetan serta tidak bisa berbuat apa-apa lagi," kata dr Tun.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads