Para Pelari Maraton Paling Ekstrem, Aksinya Tak Sekadar Lari Biasa (1)

Para Pelari Maraton Paling Ekstrem, Aksinya Tak Sekadar Lari Biasa (1)

- detikHealth
Senin, 28 Okt 2013 14:35 WIB
Para Pelari Maraton Paling Ekstrem, Aksinya Tak Sekadar Lari Biasa (1)
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Amber Miller, Maraton Saat Hamil Tua

Amber Miller (Foto: chicagotribune)
Usia kehamilan Amber Miller hampir 39 minggu saat ia memulai start lari maraton di perlombaan Chicago Marathon. Ia terus berlari dan berjalan bahkan saat perutnya kontraksi menjelang akhir balapan. Namun begitu melewati garis finish, ia langsung melahirkan bayi perempuannya, June.

Dia menyelesaikan maraton dalam 6 jam, 25 menit dan 50 detik. Ini bukan waktu terbaiknya, tapi kondisi ini sudah membuat jantung sang suami hampir copot karenanya.

2. Kelly Gneiting, Pelari Maraton Terberat yang Sampai Finish

Kelly Gneiting (Foto: oddee)
Pada tahun 2011, Kelly Gneiting, seorang pegulat sumo dengan berat 195 kg meraih gelar Guinness Book of World Records sebagai orang terberat yang pernah menyelesaikan maraton, mencapai finish Los Angeles Marathon dengan waktu 11 jam, 52 menit dan 11 detik.

Kelly Gneiting merupakan orang terakhir dari 11.891 peserta yang berhasil mencapai garis finish Los Angeles Marathon, menggambarkan balapan sebagai 'neraka murni'. Menurut laporan, ia harus mematuhi rambu lalu lintas dan berjalan di trotoar demi menyelesaikan lomba karena jalan sudah dibuka kembali.

3. Joe Salter, Maraton Mundur Sambil Juggling

Joe Salter (Foto: oddee)
Kebanyakan orang tidak bisa lari maraton jika disambi dengan aktivitas lain yang membutuhkan fokus. Tapi peraih rekor juggler dunia, Joe Salter berlari sejauh 26,2 mil (42 km) pada Quad-Cities Marathon dengan mundur menghadap ke belakang sambil melakukan juggling.

Pria berusia 32 tahun ini telah melatih keterampilan sulapnya di mana saja. Di masa lalu, ia berenang setengah mil di Teluk Meksiko, melakukan gaya punggung sambil juggling tiga bola. Dia juga juggling saat bersepeda 16,2 mil dan berlari sejauh 4 mil.

Joe memegang rekor dunia untuk waktu tercepat saat berlari mundur sambil juggling (7 menit, 32 detik) dan juggling triathlon tercepat (1 jam, 57 menit). Namun ia merasa 'lapar' Guinness World Record, sehingga ia menantang dirinya untuk menyelesaikan Quad-Cities Marathon di Illinois dengan berlari mundur sambil juggling. Sayangnya, aturan Guinness sangat ketat. Guinness tidak bisa mencatat setiap detik aksi Joe yang unik, karena rekaman video dilarang sepanjang beberapa mil.

4. Claire Lomas, Wanita Lumpuh yang Maraton Sampai Finish

Claire Lomas (Foto: bbc)
Claire Lomas menyelesaikan perlombaan maraton selama 16 hari pada London Marathon 2012. Meski memakan waktu yang lama, ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Betapa tidak, Claire mengalami kelumpuhan dari dada ke bawah, sehingga menggunakan setelan bionik untuk balapan maraton.

Setelan bionik yang ia gunakan saat maraton dirancang oleh pengusaha asal Israel, Amit Goffer, yang memungkinkan orang dengan kelumpuhan ekstrem bisa berdiri, berjalan, dan memanjat tangga melalui sensor gerak dan sistem komputer onboard.

5. Zhang Huimin, Usia 8 Tahun Lari 3.558 Km

Zhang Huimin (Foto: china.org)
Pada tahun 2007, Zhang Huimin, seorang gadis asal China berusia 8 tahun, menyelesaikan perlombaan maraton sejauh 3.558 kilometer dari Hainan ke Beijing. Zhang memulai perjalanannya dari Sanya, kota paling selatan China, dan butuh 55 hari untuk mencapai Kota Beijing. Sang ayah menemaninya sepanjang jalan dengan bersepeda.

Dijuluki Magic Little Deer, Zhang pertama kali menarik perhatian pada Januari 2007 ketika ia menghabiskan 17 hari pada lari 840 kilometer di sekitar Pulau Hainan.
Halaman 2 dari 6
Usia kehamilan Amber Miller hampir 39 minggu saat ia memulai start lari maraton di perlombaan Chicago Marathon. Ia terus berlari dan berjalan bahkan saat perutnya kontraksi menjelang akhir balapan. Namun begitu melewati garis finish, ia langsung melahirkan bayi perempuannya, June.

Dia menyelesaikan maraton dalam 6 jam, 25 menit dan 50 detik. Ini bukan waktu terbaiknya, tapi kondisi ini sudah membuat jantung sang suami hampir copot karenanya.

Pada tahun 2011, Kelly Gneiting, seorang pegulat sumo dengan berat 195 kg meraih gelar Guinness Book of World Records sebagai orang terberat yang pernah menyelesaikan maraton, mencapai finish Los Angeles Marathon dengan waktu 11 jam, 52 menit dan 11 detik.

Kelly Gneiting merupakan orang terakhir dari 11.891 peserta yang berhasil mencapai garis finish Los Angeles Marathon, menggambarkan balapan sebagai 'neraka murni'. Menurut laporan, ia harus mematuhi rambu lalu lintas dan berjalan di trotoar demi menyelesaikan lomba karena jalan sudah dibuka kembali.

Kebanyakan orang tidak bisa lari maraton jika disambi dengan aktivitas lain yang membutuhkan fokus. Tapi peraih rekor juggler dunia, Joe Salter berlari sejauh 26,2 mil (42 km) pada Quad-Cities Marathon dengan mundur menghadap ke belakang sambil melakukan juggling.

Pria berusia 32 tahun ini telah melatih keterampilan sulapnya di mana saja. Di masa lalu, ia berenang setengah mil di Teluk Meksiko, melakukan gaya punggung sambil juggling tiga bola. Dia juga juggling saat bersepeda 16,2 mil dan berlari sejauh 4 mil.

Joe memegang rekor dunia untuk waktu tercepat saat berlari mundur sambil juggling (7 menit, 32 detik) dan juggling triathlon tercepat (1 jam, 57 menit). Namun ia merasa 'lapar' Guinness World Record, sehingga ia menantang dirinya untuk menyelesaikan Quad-Cities Marathon di Illinois dengan berlari mundur sambil juggling. Sayangnya, aturan Guinness sangat ketat. Guinness tidak bisa mencatat setiap detik aksi Joe yang unik, karena rekaman video dilarang sepanjang beberapa mil.

Claire Lomas menyelesaikan perlombaan maraton selama 16 hari pada London Marathon 2012. Meski memakan waktu yang lama, ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Betapa tidak, Claire mengalami kelumpuhan dari dada ke bawah, sehingga menggunakan setelan bionik untuk balapan maraton.

Setelan bionik yang ia gunakan saat maraton dirancang oleh pengusaha asal Israel, Amit Goffer, yang memungkinkan orang dengan kelumpuhan ekstrem bisa berdiri, berjalan, dan memanjat tangga melalui sensor gerak dan sistem komputer onboard.

Pada tahun 2007, Zhang Huimin, seorang gadis asal China berusia 8 tahun, menyelesaikan perlombaan maraton sejauh 3.558 kilometer dari Hainan ke Beijing. Zhang memulai perjalanannya dari Sanya, kota paling selatan China, dan butuh 55 hari untuk mencapai Kota Beijing. Sang ayah menemaninya sepanjang jalan dengan bersepeda.

Dijuluki Magic Little Deer, Zhang pertama kali menarik perhatian pada Januari 2007 ketika ia menghabiskan 17 hari pada lari 840 kilometer di sekitar Pulau Hainan.

(mer/vit)

Berita Terkait