1. Penis bengkok
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Plak yang menumpuk di dalam penis menyebabkan timbulnya penyakit bernama Peyronie atau penis bengkok. Masalahnya kondisi ini mengakibatkan ereksi dan hubungan intim terasa menyakitkan.
Kendati obat-obatan atau operasi dapat membantu mengatasinya, namun seorang pakar bernama Culley Carson III, MD dari University of North Carolina mengatakan keduanya tak menjamin penis bisa pulih secara total.
2. Penis patah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Walaupun penis tak bertulang, nyatanya organ ini juga bisa 'patah'. Sebenarnya yang patah bukan tulang namun 'corpus cavernosa' atau semacam tabung silinder yang terisi darah ketika seseorang mengalami ereksi.
Para pakar dari Ohio State University menerangkan, bila tabung ini membengkong saat penis Anda mengeras, maka mereka serta-merta akan pecah dan darah dari tabung itu memenuhi penis, menyebabkan pembengkakan dan cacat permanen atau bahkan hilangnya fungsi seksual seseorang bila tak segera dioperasi.
3. Priapism
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Setelah batang penisnya ditato dengan inisial nama sang kekasih, seorang pria asal Iran mengalami ereksi selama tiga bulan. Penyebabnya adalah jarum tato yang digunakan masuk ke dalam kulit penis terlalu dalam sehingga mengakibatkan aliran darah yang terlalu tinggi di dalamnya.
Beruntung pria ini masih bisa berhubungan seksual, meski penisnya jadi sulit 'turun'.
4. Penis dan testikel terpotong
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Seorang pria asal Florida, AS menuntut sebuah lembaga penyalur tenaga kerja setelah mengalami kecelakaan mengerikan di perusahaan di mana ia ditempatkan. Disitu pekerjaannya hanyalah merapikan bagian tepi karpet yang tidak rata dengan sebuah mesin pemotong khusus.
Namun karena ia tak mendapatkan pelatihan yang memadai, suatu ketika penis dan testikel pria ini terpotong oleh mesin pemotong tersebut.
5. Penis dimakan anjing
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Suatu hari, pria asal Republik Dominika ini terbangun dalam keadaan kebingungan karena penisnya hilang. Bagaimana bisa? Dari tetangganya diperoleh keterangan bahwa seekor anjing menyerangnya saat sedang mabuk berat dan memakan penisnya.
Plak yang menumpuk di dalam penis menyebabkan timbulnya penyakit bernama Peyronie atau penis bengkok. Masalahnya kondisi ini mengakibatkan ereksi dan hubungan intim terasa menyakitkan.
Kendati obat-obatan atau operasi dapat membantu mengatasinya, namun seorang pakar bernama Culley Carson III, MD dari University of North Carolina mengatakan keduanya tak menjamin penis bisa pulih secara total.
Walaupun penis tak bertulang, nyatanya organ ini juga bisa 'patah'. Sebenarnya yang patah bukan tulang namun 'corpus cavernosa' atau semacam tabung silinder yang terisi darah ketika seseorang mengalami ereksi.
Para pakar dari Ohio State University menerangkan, bila tabung ini membengkong saat penis Anda mengeras, maka mereka serta-merta akan pecah dan darah dari tabung itu memenuhi penis, menyebabkan pembengkakan dan cacat permanen atau bahkan hilangnya fungsi seksual seseorang bila tak segera dioperasi.
Setelah batang penisnya ditato dengan inisial nama sang kekasih, seorang pria asal Iran mengalami ereksi selama tiga bulan. Penyebabnya adalah jarum tato yang digunakan masuk ke dalam kulit penis terlalu dalam sehingga mengakibatkan aliran darah yang terlalu tinggi di dalamnya.
Beruntung pria ini masih bisa berhubungan seksual, meski penisnya jadi sulit 'turun'.
Seorang pria asal Florida, AS menuntut sebuah lembaga penyalur tenaga kerja setelah mengalami kecelakaan mengerikan di perusahaan di mana ia ditempatkan. Disitu pekerjaannya hanyalah merapikan bagian tepi karpet yang tidak rata dengan sebuah mesin pemotong khusus.
Namun karena ia tak mendapatkan pelatihan yang memadai, suatu ketika penis dan testikel pria ini terpotong oleh mesin pemotong tersebut.
Suatu hari, pria asal Republik Dominika ini terbangun dalam keadaan kebingungan karena penisnya hilang. Bagaimana bisa? Dari tetangganya diperoleh keterangan bahwa seekor anjing menyerangnya saat sedang mabuk berat dan memakan penisnya.
(lil/vit)