1. Maria Audete do Nascimento
|
(dok: YouTube)
|
Karena hipotiroidisme, tubuhnya tidak pernah bisa berkembang secara fisik maupun mental. Andai saja kondisi tersebut bisa teridentifikasi sejak dini, Maria mungkin bisa tumbuh seperti anak normal yang berkembang secara fisik dan intelektual.
Sayangnya, Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat di daerah Ceara, Brasil. Ia tinggal bersama ayahnya Raimundo Nascimento dan ibu tirinya Dona Dora, yang telah merawatnya sejak ibu kandungnya meninggal 15 tahun yang lalu. Keluarganya tidak mampu memberikan segala bentuk pengobatan untuk Maria, yang kondisinya bisa saja diobati bila terdeteksi saat lahir.
2. Ajifa Khatun
|
(dok: Asia Press)
|
Ajifa adalah bayi yang sehat ketika lahir pada tahun 1994 dan tak lama sebelum ia mulai berjalan dan berbicara. Namun, perkembangannya kemudian terhenti. Dokter memberitahu bahwa si kecil Ajifa akan mulai tumbuh lagi. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Ajifa masih 'terjebak' di tubuh balita meski usianya sudah menginjak dewasa.
Mulanya dokter menduga ada kanker di tubuh Ajifa. Tapi para ilmuwan percaya bahwa Ajifa mengalami Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia, dengan sepertiganya tinggal di desa-desa terpencil di Loja, Ekuador.
Orang-orang yang hidup dengan Laron Syndrome kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yang merangsang sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru.
3. Pei Shan
|
(dok: TNP)
|
Pei Shan merupakan putri pasangan Teo Qi Kuang dan Florence Chew. Sejak Florence mengandung, seperti layaknya pasangan lain yang ingin segera mendapat momongan, melakukan berbagai persiapan untuk menyambut buah hatinya.
"Saya membaca banyak buku untuk mencari informasi dan bahkan membeli sebuah jurnal. Semua disiapkan untuk memetakan bagaimana tahap perkembangan bayi kami. Saya bahkan berencana untuk mendaftarkannya ke acara bayi. Tapi perkembangannya berhenti di umur tiga bulan," tutur Florence.
Pei Shan dirawat di rumah sakit pertama kali saat umurnya empat bulan. Kala itu ia menunjukkan tanda stridor, sebuah gejala mengi bernada tinggi yang mana terjadi pembuka antara pita suara menjadi sempit.
Dokter belum bisa mendiagnosa kondisi medis Pei Shan secara tepat. Pei Shan telah berumur 15 tahun pada 5 Agustus lalu. Tapi ia terjebak di dalam tubuh balita yang gemuk. Dan seperti sosok balita, Pei Shan juga menggunakan popok.
4. Nick Smith
|
(dok: Channel5)
|
Nick Smith menderita kondisi genetik sangat langka yang disebut primordial dwarfism. Kondisi itu membuat pria asal Atlanta, Georgia, ini menjadi salah satu pria terpendek di dunia, yang tubuhnya hanya setinggi anak 3 tahun meski usianya sudah dewasa.
Nick mengalami Osteodysplastic Primordial Dwarfism, Type II (MOPD II), dengan tinggi 89 cm dan berat kurang dari 13 kg. Orang dengan primordial sering juga menderita penyakit yang dikaitkan dengan usia tua dan harapan hidupnya sangat singkat.
Primordial dwarfism adalah bentuk yang sangat jarang dari dwarfisme yang mengakibatkan ukuran tubuh lebih kecil dalam semua tahap kehidupan mulai dari sebelum lahir. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis sampai usia 3-5 tahun.
Pada Oktober 2012, dokter juga menemukan Nick mengalami aneurism yang mengancam nyawa, yaitu tonjolan di arteri yang mengarah ke otaknya.
5. Brooke Greenberg
|
(dok: Telegraph)
|
Brooke meninggal Agustus tahun lalu. Gadis lahir di Reistertown dekat Baltimore di Amerika Serikat, kasusnya telah menarik ilmuwan untuk membantu membuka rahasia penuaan. Dokter menengarai Brooke mengalami kondisi yang sangat langka, dan disebut 'Sindrom X'.
Meski lahir prematur namun Brooke tampak normal dan sehat. Akan tetapi sebelum berusia 2 tahun, ia menderita serangkaian keadaan medis darurat yang tidak dapat dijelaskan. Saat lahir, Brooke mengalami dislokasi pinggul yang langka. Dia membutuhkan operasi karena pinggulnya terdorong ke depan sehingga menempatkan kakinya dalam posisi canggung.
Pertumbuhan Brooke berhenti di usia 5 tahun. Menurut sang ayah, sebenarnya secara kasat mata tidak ada satu pun keadaan yang tampak abnormal meskipun Brooke memiliki perawakan kecil seperti balita.
Halaman 2 dari 6











































