5 'Balita Tua', Usianya Sudah Dewasa Tapi 'Terjebak' di Tubuh Balita

5 'Balita Tua', Usianya Sudah Dewasa Tapi 'Terjebak' di Tubuh Balita

- detikHealth
Kamis, 30 Jan 2014 10:00 WIB
5 Balita Tua, Usianya Sudah Dewasa Tapi Terjebak di Tubuh Balita
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Maria Audete do Nascimento

(dok: YouTube)
Maria Audete do Nascimento lahir pada 7 Mei 1981, namun di usia yang hampir 33 tahun ia masih tampak seperti bayi. Para ahli di Fakultas Kedokteran University of Ceara, Brasil, percaya bahwa Maria menderita kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) parah.

Karena hipotiroidisme, tubuhnya tidak pernah bisa berkembang secara fisik maupun mental. Andai saja kondisi tersebut bisa teridentifikasi sejak dini, Maria mungkin bisa tumbuh seperti anak normal yang berkembang secara fisik dan intelektual.

Sayangnya, Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat di daerah Ceara, Brasil. Ia tinggal bersama ayahnya Raimundo Nascimento dan ibu tirinya Dona Dora, yang telah merawatnya sejak ibu kandungnya meninggal 15 tahun yang lalu. Keluarganya tidak mampu memberikan segala bentuk pengobatan untuk Maria, yang kondisinya bisa saja diobati bila terdeteksi saat lahir.

2. Ajifa Khatun

(dok: Asia Press)
Jika tak mengenalnya, orang pasti akan mengira bahwa Ajifa Khatun seorang balita berumur 2 tahun. Betapa tidak, beratnya hanya 7,7 kg dan tinggi badan sepantaran balita. Ia pun masih perlu disuapi dan dibawa kemana-mana oleh sang ibu, Apila (42). Tapi kenyataannya, Ajifa telah berumur 19 tahun, namun tubuhnya berhenti tumbuh dan 'terjebak' di tubuh anak usia 2 tahun.

Ajifa adalah bayi yang sehat ketika lahir pada tahun 1994 dan tak lama sebelum ia mulai berjalan dan berbicara. Namun, perkembangannya kemudian terhenti. Dokter memberitahu bahwa si kecil Ajifa akan mulai tumbuh lagi. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Ajifa masih 'terjebak' di tubuh balita meski usianya sudah menginjak dewasa.

Mulanya dokter menduga ada kanker di tubuh Ajifa. Tapi para ilmuwan percaya bahwa Ajifa mengalami Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia, dengan sepertiganya tinggal di desa-desa terpencil di Loja, Ekuador.

Orang-orang yang hidup dengan Laron Syndrome kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yang merangsang sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru.

3. Pei Shan

(dok: TNP)
Saat melihat sosok anak perempuan ini, pasti Anda akan berpikir bahwa ia adalah balita yang baru berusia 2 tahun. Tapi ternyata anak perempuan yang bernama Pei Shan ini telah berusia 15 tahun.

Pei Shan merupakan putri pasangan Teo Qi Kuang dan Florence Chew. Sejak Florence mengandung, seperti layaknya pasangan lain yang ingin segera mendapat momongan, melakukan berbagai persiapan untuk menyambut buah hatinya.

"Saya membaca banyak buku untuk mencari informasi dan bahkan membeli sebuah jurnal. Semua disiapkan untuk memetakan bagaimana tahap perkembangan bayi kami. Saya bahkan berencana untuk mendaftarkannya ke acara bayi. Tapi perkembangannya berhenti di umur tiga bulan," tutur Florence.

Pei Shan dirawat di rumah sakit pertama kali saat umurnya empat bulan. Kala itu ia menunjukkan tanda stridor, sebuah gejala mengi bernada tinggi yang mana terjadi pembuka antara pita suara menjadi sempit.

Dokter belum bisa mendiagnosa kondisi medis Pei Shan secara tepat. Pei Shan telah berumur 15 tahun pada 5 Agustus lalu. Tapi ia terjebak di dalam tubuh balita yang gemuk. Dan seperti sosok balita, Pei Shan juga menggunakan popok.

4. Nick Smith

(dok: Channel5)
Meski usianya sudah 21 tahun, tinggi tubuh Nick Smith hanya 89 cm atau setara dengan balita umur 3 tahun. Pria ini mengalami kondisi genetik sangat langka, yang hanya dialami 100 orang di seluruh dunia.

Nick Smith menderita kondisi genetik sangat langka yang disebut primordial dwarfism. Kondisi itu membuat pria asal Atlanta, Georgia, ini menjadi salah satu pria terpendek di dunia, yang tubuhnya hanya setinggi anak 3 tahun meski usianya sudah dewasa.

Nick mengalami Osteodysplastic Primordial Dwarfism, Type II (MOPD II), dengan tinggi 89 cm dan berat kurang dari 13 kg. Orang dengan primordial sering juga menderita penyakit yang dikaitkan dengan usia tua dan harapan hidupnya sangat singkat.

Primordial dwarfism adalah bentuk yang sangat jarang dari dwarfisme yang mengakibatkan ukuran tubuh lebih kecil dalam semua tahap kehidupan mulai dari sebelum lahir. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis sampai usia 3-5 tahun.

Pada Oktober 2012, dokter juga menemukan Nick mengalami aneurism yang mengancam nyawa, yaitu tonjolan di arteri yang mengarah ke otaknya.

5. Brooke Greenberg

(dok: Telegraph)
Usianya memang sudah 20 tahun, tapi penampilannya seperti balita. Brooke Greenberg lahir prematur dengan berat hanya 1,8 kg. Dalam perkembangannya, secara fisik Brooke tidak mengalami pertumbuhan meski usianya sudah dewasa. Di usia 20 tahun, Brooke menghembuskan napas terakhirnya.

Brooke meninggal Agustus tahun lalu. Gadis lahir di Reistertown dekat Baltimore di Amerika Serikat, kasusnya telah menarik ilmuwan untuk membantu membuka rahasia penuaan. Dokter menengarai Brooke mengalami kondisi yang sangat langka, dan disebut 'Sindrom X'.

Meski lahir prematur namun Brooke tampak normal dan sehat. Akan tetapi sebelum berusia 2 tahun, ia menderita serangkaian keadaan medis darurat yang tidak dapat dijelaskan. Saat lahir, Brooke mengalami dislokasi pinggul yang langka. Dia membutuhkan operasi karena pinggulnya terdorong ke depan sehingga menempatkan kakinya dalam posisi canggung.

Pertumbuhan Brooke berhenti di usia 5 tahun. Menurut sang ayah, sebenarnya secara kasat mata tidak ada satu pun keadaan yang tampak abnormal meskipun Brooke memiliki perawakan kecil seperti balita.
Halaman 2 dari 6
Maria Audete do Nascimento lahir pada 7 Mei 1981, namun di usia yang hampir 33 tahun ia masih tampak seperti bayi. Para ahli di Fakultas Kedokteran University of Ceara, Brasil, percaya bahwa Maria menderita kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) parah.

Karena hipotiroidisme, tubuhnya tidak pernah bisa berkembang secara fisik maupun mental. Andai saja kondisi tersebut bisa teridentifikasi sejak dini, Maria mungkin bisa tumbuh seperti anak normal yang berkembang secara fisik dan intelektual.

Sayangnya, Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat di daerah Ceara, Brasil. Ia tinggal bersama ayahnya Raimundo Nascimento dan ibu tirinya Dona Dora, yang telah merawatnya sejak ibu kandungnya meninggal 15 tahun yang lalu. Keluarganya tidak mampu memberikan segala bentuk pengobatan untuk Maria, yang kondisinya bisa saja diobati bila terdeteksi saat lahir.

Jika tak mengenalnya, orang pasti akan mengira bahwa Ajifa Khatun seorang balita berumur 2 tahun. Betapa tidak, beratnya hanya 7,7 kg dan tinggi badan sepantaran balita. Ia pun masih perlu disuapi dan dibawa kemana-mana oleh sang ibu, Apila (42). Tapi kenyataannya, Ajifa telah berumur 19 tahun, namun tubuhnya berhenti tumbuh dan 'terjebak' di tubuh anak usia 2 tahun.

Ajifa adalah bayi yang sehat ketika lahir pada tahun 1994 dan tak lama sebelum ia mulai berjalan dan berbicara. Namun, perkembangannya kemudian terhenti. Dokter memberitahu bahwa si kecil Ajifa akan mulai tumbuh lagi. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Ajifa masih 'terjebak' di tubuh balita meski usianya sudah menginjak dewasa.

Mulanya dokter menduga ada kanker di tubuh Ajifa. Tapi para ilmuwan percaya bahwa Ajifa mengalami Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia, dengan sepertiganya tinggal di desa-desa terpencil di Loja, Ekuador.

Orang-orang yang hidup dengan Laron Syndrome kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yang merangsang sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru.

Saat melihat sosok anak perempuan ini, pasti Anda akan berpikir bahwa ia adalah balita yang baru berusia 2 tahun. Tapi ternyata anak perempuan yang bernama Pei Shan ini telah berusia 15 tahun.

Pei Shan merupakan putri pasangan Teo Qi Kuang dan Florence Chew. Sejak Florence mengandung, seperti layaknya pasangan lain yang ingin segera mendapat momongan, melakukan berbagai persiapan untuk menyambut buah hatinya.

"Saya membaca banyak buku untuk mencari informasi dan bahkan membeli sebuah jurnal. Semua disiapkan untuk memetakan bagaimana tahap perkembangan bayi kami. Saya bahkan berencana untuk mendaftarkannya ke acara bayi. Tapi perkembangannya berhenti di umur tiga bulan," tutur Florence.

Pei Shan dirawat di rumah sakit pertama kali saat umurnya empat bulan. Kala itu ia menunjukkan tanda stridor, sebuah gejala mengi bernada tinggi yang mana terjadi pembuka antara pita suara menjadi sempit.

Dokter belum bisa mendiagnosa kondisi medis Pei Shan secara tepat. Pei Shan telah berumur 15 tahun pada 5 Agustus lalu. Tapi ia terjebak di dalam tubuh balita yang gemuk. Dan seperti sosok balita, Pei Shan juga menggunakan popok.

Meski usianya sudah 21 tahun, tinggi tubuh Nick Smith hanya 89 cm atau setara dengan balita umur 3 tahun. Pria ini mengalami kondisi genetik sangat langka, yang hanya dialami 100 orang di seluruh dunia.

Nick Smith menderita kondisi genetik sangat langka yang disebut primordial dwarfism. Kondisi itu membuat pria asal Atlanta, Georgia, ini menjadi salah satu pria terpendek di dunia, yang tubuhnya hanya setinggi anak 3 tahun meski usianya sudah dewasa.

Nick mengalami Osteodysplastic Primordial Dwarfism, Type II (MOPD II), dengan tinggi 89 cm dan berat kurang dari 13 kg. Orang dengan primordial sering juga menderita penyakit yang dikaitkan dengan usia tua dan harapan hidupnya sangat singkat.

Primordial dwarfism adalah bentuk yang sangat jarang dari dwarfisme yang mengakibatkan ukuran tubuh lebih kecil dalam semua tahap kehidupan mulai dari sebelum lahir. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis sampai usia 3-5 tahun.

Pada Oktober 2012, dokter juga menemukan Nick mengalami aneurism yang mengancam nyawa, yaitu tonjolan di arteri yang mengarah ke otaknya.

Usianya memang sudah 20 tahun, tapi penampilannya seperti balita. Brooke Greenberg lahir prematur dengan berat hanya 1,8 kg. Dalam perkembangannya, secara fisik Brooke tidak mengalami pertumbuhan meski usianya sudah dewasa. Di usia 20 tahun, Brooke menghembuskan napas terakhirnya.

Brooke meninggal Agustus tahun lalu. Gadis lahir di Reistertown dekat Baltimore di Amerika Serikat, kasusnya telah menarik ilmuwan untuk membantu membuka rahasia penuaan. Dokter menengarai Brooke mengalami kondisi yang sangat langka, dan disebut 'Sindrom X'.

Meski lahir prematur namun Brooke tampak normal dan sehat. Akan tetapi sebelum berusia 2 tahun, ia menderita serangkaian keadaan medis darurat yang tidak dapat dijelaskan. Saat lahir, Brooke mengalami dislokasi pinggul yang langka. Dia membutuhkan operasi karena pinggulnya terdorong ke depan sehingga menempatkan kakinya dalam posisi canggung.

Pertumbuhan Brooke berhenti di usia 5 tahun. Menurut sang ayah, sebenarnya secara kasat mata tidak ada satu pun keadaan yang tampak abnormal meskipun Brooke memiliki perawakan kecil seperti balita.

(mer/vit)

Berita Terkait