Para peneliti menyebut sindrom manusia pendek benar-benar ada. Dalam studi baru disebut orang-orang pendek menjadi sosok yang lebih paranoid, curiga, dan takut orang lain. Apalagi 'rahasia' di balik tinggi badan yang berhasil diidentifikasi peneliti, simak penuturannya sebagai berikut, seperti dikutip dari Mirror, Senin (3/2/1014):
1. Panjang Umur
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Studi yang dipimpin Prof Michel Poulain dari Belgia dan Dr Luisa Salaris dari University of Cagliari di Italia mengatakan alasan yang bisa menjelaskan hasil studi ini adalah kerusakan DNA yang lebih rendah, potensi penggantian sel yang lebih besar, dan efisiensi yang lebih besar dari jantung.
Studi lain menunjukkan perempuan yang lebih pendek juga memiliki usia lebih panjang. Diketahui manusia yang paling lama hidup di dunia adalah perempuan Jepang yang tingginya sekitar 157 cm. Studi pada tikus, kuda, dan monyet juga menunjukkan bahwa yang ukurannya lebih kecil hidup lebih lama.
2. Intelegensia
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Tahun lalu sebuah tim di University of Colorado menemukan hubungan antara tinggi badan dan kecerdasan. Peneliti menunjukkan bahwa orang-orang pintar lebih cenderung memilih orang yang lebih tinggi sebagai pasangan, dan sebaliknya. Tinggi badan dan kecerdasan dianggap sebagai sesuatu yang menarik, di mana keduanya saling memperkuat satu sama lain ketika pasangan tersebut memiliki anak.
"Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan, sifat-sifat yang menarik secara seksual cenderung berkorelasi," ucap kepala studi Matthew Keller.
Penelitian juga menunjukkan tinggi ekstra pada seorang gadis di masa kecil adalah prediktor kuat dari kecerdasan yang lebih tinggi daripada anak laki-laki.
3. Uang
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Andrew Leigh, salah satu penulis laporan, mengatakan rasa hormat yang lebih besar pada orang-orang yang lebih tinggi mungkin secara tidak sengaja menyebabkan pemberian upah yang lebih besar ketimbang pada mereka yang memiliki badan lebih pendek.
4. Ambisi
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Peneliti menanyai 1.220 wanita dari Inggris, AS, Kanada, dan Australia untuk keperluan studi ini. Hasilnya mereka menemukan perempuan yang lebih tinggi memiliki anak lebih sedikit dan lebih ambisius. Peneliti berspekulasi bahwa perempuan tinggi memiliki lebih banyak testosteron, yang diterjemakan sebagai 'sifat' laki-laki.
Psikolog klinis Dr Miriam Law Smith mengatakan, "Pria dalam berbagai kebudayaan tubuhnya lebih tinggi dari perempuan. Karena itu tinggi menjadi indikator kejantanan fisik yang lebih besar."
Fisiologi tubuh mengontrol psikologi pikiran. Inilah yang ditengarai sebenarnya terjadi.
5. Pasangan Hidup
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Sebuah studi meminta perempuan untuk memilih pasangan baik untuk hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, hanya dengan melihat foto laki-laki yang disordorkan. Dalam foto terlihat jelas perbedaan tinggi badan para laki-laki itu.
Temuan yang dipublikasikan dalam Biological Psychology menemukan laki-laki yang memiliki tubuh tinggi ternyata dua kali lebih populer sebagai teman kencan ketimbang untuk diajak membangun hubungan jangka panjang.
6. Anak-anak
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Pada perempuan, mereka yang lebih pendek lebih terfokus pada keluarga dan kurang ambisius. Karena itu mereka cenderung memiliki anak lebih banyak daripada perempuan bertubuh tinggi.
7. Kebahagiaan
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Sementara itu orang yang lebih pendek sekitar 1,9 cm lebih pendek dari tinggi rata-rata cenderung mendapat hal-hal buruk dalam hidupnya. Laporan Angus Deaton mengatakan hal ini terkait dengan fakta bahwa orang-orang tinggi cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Data ini juga menunjukkan bahwa pria lebih pendek membutuhkan kenaikan gaji 29 persen untuk memberi mereka 'kepuasan hidup' yang sama.
Halaman 2 dari 8











































