Sejatinya, jet lag adalah hasil adanya gangguan pada jam internal tubuh. Jam biologis yang mendorong ritme sirkadian (kapan seseorang tidur dan bangun tidur) dipengaruhi oleh hormon melatonin. Nah, ketika terbang ke zona waktu yang berbeda, jam biologis tubuh kita pun mengalami disinkronisasi.
"Cara terbaik untuk mengatasi jet lag adalah membatasi paparan cahaya dalam waktu tertentu, istirahat serta makan yang cukup, dan jika diperlukan gunakan suplemen yang mengandung melatonin dalam jumlah yang sangat sedikit," tutur Horacio de la Iglesia, profesor Biologi di University of Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah-langkah tersebut digunakan sebagai strategi mempercepat penyesuaian jam bilogis tubuh terhadap zona waktu yang baru. Stuart Peirson dari Nuffield Laboratorium of Ophthalmology di Oxford University mengatakan ada induk dari jam biologis di hipotalamus yang disebut suprachiasmatic nuclei (SCN).
"Mekanismenya tergantung dari apa yang disebut gen jam tubuh berbentuk neuron dalam SCN. Gen ini juga mengubah perilaku organisme dalam 24 jam baik pada lalat, tikus, atau manusia," kata Peirson seperti dikutip dari BBC, Minggu (24/5/2014).
Peirson mengatakan cahaya bisa mengubah gen jam tubuh pada SCN. Tetapi, secara alamiah, ada protein yang disebut SIK1 yang diaktifkan oleh cahaya dan secara aktif mencegah pergeseran jam tubuh ketika seseorang berada di zona waktu yang berbeda.











































