Nursiah (Perempuan menikah, 30 tahun)
warni.nursiahXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 156 cm, berat badan 78 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum saat kehamilan muda posisi sungsang terjadi sangat sering karena janin melayang-layang akibat jumlah cairan ketuban masih sangat banyak, tetapi kemungkinan janin posisi sungsang menurun seiring makin besarnya usia kehamilan. Sekitar 20-25% janin posisinya sungsang di bawah usia 28 minggu, menurun hingga 7-16% saat usia 32 minggu dan hanya tersisa 3-4% saja tetap dalam posisi sungsang pada usia 9 bulan.
Perputaran spontan dari sungsang menjadi letak kepala sangat sering terjadi, bahkan saat usia kehamilan sudah cukup bulan. Dari penelitian terdahulu dikatakan kemungkinan perputaran spontan dari sungsang menjadi letak kepala diatas usia 36 minggu sekitar 25%. Kemungkinan ini menurun dengan berbagai keadaan seperti cairan ketuban yang sedikit, tali pusat yang pendek, anak pertama, kaki janin memasuki pintu panggul dan adanya kelainan janin atau rahim.
Beberapa hal yang meningkatkan resiko janin posisi sungsang:
1. Kelainan anatomi rahim
2. Adanya tumor dalam rahim seperti myoma uteri
3. Kelainan letak plasenta
4. Makin seringnya hamil (contoh: anak ke-4 lebih tinggi resiko sungsang dibanding anak ke-2, dan seterusnya)
5. Cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit
6. Panggul sempit
7. Kelainan janin
Tidak ada intervensi yang bisa dilakukan oleh ibu untuk mencegah bayinya letak sungsang. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kehamilan letak sungsang adalah mencegah punya anak terlalu banyak.
Semoga bermanfaat.
dr. Hari Nugroho, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Staf Divisi Ginekologi Onkologi - Departemen Obstetri dan Ginekologi
RSUD dr Soetomo - Universitas Airlangga, Surabaya
Akun Twitter: @drharinugroho
(hrn/up)











































