Sinar Radiasi Radioterapi Salah 'Tembak', Ini Efeknya

Sinar Radiasi Radioterapi Salah 'Tembak', Ini Efeknya

- detikHealth
Kamis, 28 Agu 2014 16:33 WIB
Sinar Radiasi Radioterapi Salah Tembak, Ini Efeknya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sifat radiasi yang tidak dapat dilihat, diraba maupun dirasakan secara langsung menyebabkan faktor kualitas dan keamanan menjadi hal penting. Pasalnya, salah sasaran saat 'menembakkan' sinar radiasi pun bukan tanpa akibat, lho.

Ditemui dalam konferensi pers International Workshop on Modern Clinical Radiotherapy (IWMCR) 2014 yang diselenggarakan di RSCM, Kamis (28/7/2014), dr Soehartati Gondhowiardjo, MD, PhD, membenarkan bahwa radioterapi yang baik tak sekadar bermutu, tapi juga aman.

"Pertama, penyakitnya tentu tidak sembuh. Kedua, misalnya terjadi di payudara maka payudara yang tidak perlu diangkat, bisa jadi diangkat. Radiation accident ini tidak boleh terjadi," tutur Kepala Departemen Onkologi Radiologi RSCM ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, dr Soehartati menegaskan bahwa planning atau konsep perencanaan harus benar-benar matang sebelum dilakukan prosedur 'penembakan' ke pasien.

Menurut dr David Djajaputra, dari American Association of Physicist in Medicine (AAPM), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh dokter dan tim medis terkait agar tindakan radioterapi berlangsung sukses, apa saja?

"Pertama, tembak ke tempat yang betul, diperhatikan sinarnya sesuai target. Kedua, porsi radiasinya juga harus pas, kalau kurang ya tumornya nggak mati. Kalau terlalu banyak, tumor mati, jaringan sekitarnya juga mati," tutur dr David.

Yang pasti, dr Soehartati menegaskan bahwa radioterapi diberikan pada pasien bergantung pada organ, penyakit dan lokasinya. "Ada yang cuma sekali, ada juga yang berkali-kali," tutupnya.

(ajg/rdn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads