Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) membuat program yang bernama IPAL Komunal. IPAL adalah singkatan dari Instalasi Pengelolaan Air Limbah dan komunal artinya secara bersama atau kelompok.
"Jadi dengan IPAL Komunal nanti tiap pemukiman padat penduduk akan dibuatkan satu septic tank besar, sehingga dapat dipakai bersama-sama," tutur Essy Asiah, penanggung jawab Sanitasi Masyarakat (SANIMAS) dari Direktorat PPLP Kementerian PU di Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, septic tank milik warga yang sudah ada akan ditutup, dan isinya dibuang. Setelah itu, pipa-pipa pembuangan air limbah dan kotoran akan dipindahkan agar dapat dialirkan ke septic tank tersebut.
Essy tidak menjelaskan secara rinci berapa daya tampung septic tank serta idealnya digunakan untuk berapa rumah. Yang pasti, pembangunan septic tank akan dapat menyelesaikan problema soal sanitasi bagi warga perkotaan yang padat penduduk dan jarang antara rumah sangat dekat.
"Kalau dibangun IPAL Komunal seperti ini kan tidak perlu masing-masing warga punya septic tank. Jadi risiko septic tank bocor dan mencemari tanah dapat dihilangkan," tuturnya lagi.
(up/up)











































