"Dari kasus itu, orang tua perlu me-review kembali segala hal di day care tersebut. Mainannya seperti apa, kegiatan anaknya seperti apa, interaksi pengasuh dengan anak seperti apa, kualitas pengasuh seperti apa, lalu hubungan pengelola day care dengan orang tua anak seperti apa," ujar psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli M.Psi dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (4/9/2014).
Nah selain memperhatikan hal-hal di atas, orang tua juga harus lebih aktif bahkan ketika menemukan tempat day care yang dirasa cocok untuk anak. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, beberapa hal ini dapat dilakukan orang tua untuk memastikan anaknya aman ketika dititipkan di day care.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Mengecek Diam-diam
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Namun meski Anda sudah yakin, tak ada salahnya melakukan kunjungan secara diam-diam ke day care dan melihat sendiri kegiatan anak disana. Dengan begitu, kegiatan serta interaksi anak dengan sang pengasuh dapat Anda lihat sendiri.
"Terkadang kunjungan-kunjungan mendadak dapat membuat Anda menjadi yakin bahwa day care pilihan Anda sudah tepat. Namun tak jarang kunjungan seperti ini juga menjadi momen terbukanya mata Anda soal kesalahan di day care," tutur tutur pakar tumbuh kembang anak Deborah Borchers, MD.
2. Bicara dengan Pengasuh
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Untuk menghindari hal itu, ada baiknya jika Anda lebih sering bicara dengan pengasuh. Utarakan ketidakpuasaan Anda dan juga berikan pengasuh pujian jika menurut Anda dia melakukan hal yang baik.
"Konflik antara ibu dan pengasuh pasti akan muncul, baik besar atau kecil. Yang harus Anda lakukan adalah memberikan si pengasuh ruang untuk bicara serta tetap memperlakukannya dengan penuh hormat," sambung Borchers.
3. Buat Pertemuan Reguler
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Salah satu caranya adalah dengan mengikuti program atau acara jalan-jalan yang biasanya diadakan oleh pihak day care. Dengan begitu, Anda bisa lebih kenal pengasuh secara pribadi dan meminimalisir rasa tidak suka atau sakit hati akibat konflik yang berlangsung.
4. Jangan Lelah Bertanya
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Misalnya, berapa lama waktu TV yang diberikan pada anak, apakah pengasuh membentak atau memukul anak, berapa jam anak diberi waktu tidur dan lain-lainnya.
"Day care bukanlah tempat Anda menitipkan anak sementara Anda bekerja. Day care seharusnya juga dapat menjadikan proses anak tumbuh dan berkembang secara optimal, karena itulah yang diharapkan orang tua ketika menitipkan anaknya," urai Brochers.
5. Percaya Insting
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Cek perilaku dan kebiasaan anak sebelum dan sesudah dia dititipkan di day care. Jika ada yang berubah atau anak tiba-tiba menjadi lebih rewel dari biasanya, tentu saja ada yang salah.
"Setiap orang tua tahu ketika sesuatu yang tidak baik terjadi pada anaknya. Mungkin saja hal itu tidak terlihat oleh mata, namun jika yakin ada sesuatu yang salah, Anda bisa segera memercayai naluri dan mengeluarkan anak dari day care tersebut," ujar Borchers.
Halaman 2 dari 7











































