Pemerintah Sierra Leone akan memberlakukan peraturan yang mengurung warga di dalam rumah. Ibrahim Ben Kargbo, penasihat presiden untuk penanganan Ebola mengatakan bahwa sudah saatnya tindakan agresif dilakukan agar korban Ebola tidak bertambah banyak dan penyakit ini semakin menyebar.
"Tindakan agresif ini dibutuhkan untuk menangani Ebola, dengan harapan menghilangkan penularan selamanya," tutur Kargbo seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kargbo melanjutkan bahwa pemerintah Sierra Leone akan merekrut 21.000 orang untuk memastikan peraturan ini dipenuhi. Selain itu, polisi dan tentara juga sudah dikerahkan untuk memberikan pengamanan khusus di daerah infeksi paling parah, dekat perbatasan Guinea.
Sebelumnya, Medecins Sans Frontieres (MSF) alias organisasi relawan kedokteran/Doctors Without Borders mengatakan bahwa mereka tak dapat menangani Ebola sendirian. Mereka pun meminta pertolongan dana, fasilitas dan tenaga dari negara-negara lain di dunia untuk membantu menangani epidemi Ebola terparah sepanjang sejarah ini.
Ia mengatakan bahwa pemerintah negara-negara terinfeksi seperti Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria tidak mampu menangani masalah ini sendiri, bahkan setelah MSF mengirimkan bantuan tenaga relawan dan obat-obatan. Untuk itu, ia mengajak negara-negara lain untuk terlibat dalam kasus ini, dengan cara menyumbangkan dana, fasilitas atau tenaga guna membantu mereka di Afrika.
"Epidemi Ebola terburuk sepanjang sejarah sudah berlangsung selama 6 bulan, dan kami akan kalah jika tak ada pertolongan dari negara-negara lain," tutur Joanne Liu, Presiden MSF.
(mrs/ajg)











































