Studi menemukan mereka yang dibuat merasa malu dengan beratnya berkemungkinan enam kali lebih berisiko menjadi gemuk.
Peneliti dari University College London melibatkan 3.000 pria dan wanita Inggris dengan usia 50 tahun ke atas untuk menjadi partisipan. Mereka diberikan pertanyaan apakah mereka pernah didiskriminasi karena beratnya. Diskriminasi yang dimaksud seperti dilecehkan, menerima pelayanan yang buruk di fasilitas umum, diancam, dan diasumsikan bodoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi yang telah dipublikasi di jurnal Obesity menemukan korban dari "fat shaming" menjadi semakin bertambah gemuk sekitar 1 kg sepanjang penelitian yang dilakukan selama empat tahun. Secara kontras mereka yang tidak menerima diskriminasi menjadi lebih ramping meski hanya sekitar 0,7 kg.
Pemimpin studi, Sarah Jackson mengatakan penelitiannya ini membuktikan diskriminasi berat tidak mendorong orang untuk menurunkan berat malah mungkin semakin memperparah keadaan.
"Studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang mengalami diskriminasi dilaporkan berperilaku comfort eating. Respons stres karena diskriminasi meningkatkan nafsu makan mereka terutama untuk makanan tidak sehat dan padat energi," kata Jackson seperti dikutip dari BBC pada Sabtu (13/9/2014).
Jackson mengatakan kritik terhadap berat badan dapat mendorong mereka yang sensitif terhadap isu tersebut untuk menghibur diri dengan makanan. Terlebih lagi rasa takut untuk ditertawakan membuat orang menghindari diri untuk berolahraga.
Disarankan oleh Jackson untuk orang sekitar dan dokter tidak lagi merendahkan orang terkait berat badannya. Efek bermanfaat lebih banyak datang dari dukungan dan dorongan yang positif.











































