Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Maret tahun lalu di mana saat itu, sang ibu Naheed Bibi ingin mengambil dot untul Eliza sementara Eliza memainkan obor mainan yang biasa digunakan oleh sang kakak. Mengetahui hal itu, Bibi berpikir bahwa nanti baterai itu akan keluar dengan sendirinya.
Tetapi, kondisi Eliza memburuk, ia lantas dibawa ke Royal Oldham Hospital kemudian dirujuk ke Royal Manchester Children's Hospital. Baterai tersebut memang berhasil diambil lewat operasi, tetapi enam hari setelahnya, tubuh Eliza melemah, wajahnya membiru dan keluar banyak darah dari hidungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kejadian ini, Bibi dan suaminya Mohammed Bashir menekankan pentingnya pengawasan orang tua saat anak-anak bermain. Jika perlu, mereka mengatakan jangan beri anak-anak mainan yang terdiri dari partikel-partikel kecil, termasuk baterai.
"Lebih baik jauhkan itu dari jangkauan anak-anak. Kami juga tak berpikir bahwa putri kami bisa melepas baterai kecil itu dari obor mainan kakaknya. Kami sangat kehilangan gadis kecil kami," tutur Bibi.
Menanggapi kasus ini, Nicola Hunt dari Oldham Council mengatakan sebaiknya mainan anak-anak tidak dilengkapi dengan elemen baterai yang berukuran kecil. "Perlu regulasi lebih lanjut soal hal ini selain orang tua yang harus selalu mengawasi saat anaknya bermain," tuturnya.
(rdn/vit)











































