Keputihan ini memang sudah saya alami sejak SMP. Keputihan saya selalu berlebihan hingga tembus ke rok sekolah dulu. Menstruasi saya juga nggak lancar. Kadang sebulan sekali, pernah sampai lima bulan tidak mens, pernah juga mens sampai 40 hari. Akhir tahun lalu saya pernah konsultasi ke dokter tidak menunjukkan adanya kista atau miom. Kini menstruasi saya mulai lancar tapi dua bulan sekali Dok, apa normal? Sebenarnya apa yang harus saya lakukan untuk mengobati keputihan serta menstruasi yang siklusnya tidak menentu.
Diana Juniar (Wanita lajang, 23 tahun)
diana_juniarXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 151 cm, berat badan 47 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halo Diana,
Keputihan adalah hal yang sering dialami oleh wanita. Keputihan tidak selamanya suatu proses yang berbahaya. Bisa merupakan hal yang sangat normal, terutama apabila keputihan tersebut berkaitan dengan siklus haid, walaupun secara jumlah bisa berbeda-beda dari satu wanita dengan wanita lain. Beberapa hal juga akan mempengaruhi produksi keputihan, seperti penggunaan obat-obatan hormonal dan kehamilan. Harus dicurigai bahwa keputihan tersebut abnormal apabila didapatkan bau menyengat tidak sedap, gatal, warna kemerahan pada kemaluan akibat keputihan tersebut, panas badan dan nyeri saat berhubungan. Kemungkinan besar bila ada gejala tersebut maka adanya infeksi bakteri, jamur, hingga parasit.
Untuk masalah mens tidak teratur, bisa diakibatkan karena 2 hal, yaitu kelainan anatomi (didapatkan tumor jinak seperti myom dan kista sampai tumor ganas atau kanker) dan kelainan sistemik (kelainan hormonal, kelainan fungsi darah, dsb).
Apabila sudah pernah kontrol ke dokter kandungan dan sudah dilakukan pemeriksaan tidak didapatkan myoma atau kista, kemungkinan suatu kelainan sistemik, dan apabila melihat usia Diana yang masih 23 tahun, kemungkinan besar suatu ketidakseimbangan hormonal. Penyebab ketidakseimbangan hormonal paling banyak karena sindroma polikistik ovarium, biasanya disertai dengan pasien yang kelebihan berat badan.
Tetapi bisa juga karena sistem umpan balik hormonal yang belum matang. Apabila penyebabnya yang pertama, menurunkan berat badan dan mengubah gaya hidup dapat memperbaiki. Tetapi apabila penyebabnya yang kedua, maka seiring dengan bertambahnya usia akan teratur dengan sendirinya.
Dalam kedua kasus diatas, pemberian obat hormonal (pil KB) akan membantu menormalkan siklus haid, tetapi apabila penyebab utamanya dtidak diatasi, setelah pil hormonal tidak diminum akan terjadi lagi ketidakteraturan mens ini.
Konsultasikan dengan dokter anda untuk kepastiannya.
dr. Hari Nugroho, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Staf Divisi Ginekologi Onkologi - Departemen Obstetri dan Ginekologi
RSUD dr Soetomo - Universitas Airlangga, Surabaya
Akun Twitter: @drharinugroho
(hrn/vit)











































