Menurut Direktur RS Khusus Gigi dan Mulut FKG UI, drg Fadli Jazaldi, Sp.Ort, bukannya bersih, sikat yang terlalu kasar dapat membuat permukaan gigi justru menjadi rusak.
"Ibarat lantai, kalau disikat dengan sikat yang bulunya kasar kan bisa jadi berbekas. Gigi juga seperti itu. Yang penting itu sebenarnya bukan kekerasan sikatnya, tapi tekniknya yang harus tepat," ujar drg Fadli kepada detikHealth usai konferensi pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2014 yang diadakan di Gedung FKG UI, Jl Salemba Raya, Senin (13/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan satu arah, tapi dua arah yaitu atas dan bawah atau berputar. Dental Care Associates menyarankan Anda menyikat gigi paling tidak selama dua menit, ini mulai dari sisi luar, belakang, semua permukaannya. Hati-hati kalau disikat terlalu keras gusi bisa terkikis," tutur drg Yosi.
Dilanjutkan oleh drg Fadli, saat ini sudah banyak jenis sikat gigi yang dijual. Bulu sikat yang lembut atau soft lebih dianjurkan untuk dipilih dibandingkan yang sedang atau medium.
"Pilih yang soft saja. Selain itu kalau yang soft bulunya juga bisa dipakai untuk menyikat langit-langit permukaan mulut dan lidah. Bagian-bagian ini kadang terlupakan padahal sering terlekat sisa makanan. Ini juga cukup penting," pesan drg Fadli.
(ajg/vit)











































