Teori dari ilmuwan asal Belanda tersebut diungkapkan berdasarkan hasil 10 tahun penelitian tentang efek hawa dingin pada metabolisme tubuh manusia. Setidaknya di kalangan dewasa muda dan setengah baya, produksi panas sebagai respons tubuh dalam menghadapi hawa dingin di luar menggunakan 30 persen lebih banyak energi tubuh.
Nah, ini berarti suhu ruangan yang lebih rendah secara signifikan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar, bukannya disimpan sebagai lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum diketahui secara pasti apakah suhu dapat benar-benar memanipulasi brown fat untuk tumbuh dan menyusut dalam manusia. Namun apa yang kami temukan adalah bahwa suhu ruangan yang dingin dapat meningkatkan brown fat sekitar 30-40 persen," ungkap Dr Lee, dari Garvan Institute of Medical Research, Sydney.
Brown fat sendiri merupakan jenis lemak yang berfungsi untuk membakar kalori dan menghasilkan panas dalam tubuh. Tak hanya membuat tubuh terasa lebih hangat, lemak ini juga memudahkan tubuh untuk bisa memproses gula.
Selain di Australia, hasil penelitian lain di Jepang juga menunjukkan adanya penurunan lemak tubuh pada responden yang menghabiskan waktu dua jam sehari di suhu 17 derajat Celcius selama enam pekan, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (15/10/2014).
(ajg/vta)











































