Peristiwa itu bermula ketika si ayah, Tang Minghua, berkelahi dengan istrinya. Kondisi tak bekerja dan acapkali mabuk-mabukan membuat istri Minghua memutuskan pergi meninggalkannya dengan membawa serta anak perempuan mereka.
Sementara anak lelakinya, Kao, yang berusia 9 tahun ditinggalkan di rumah. Bocah itu pun merasa kecewa karena ditinggal sang ibu. Malam hari sebelum tidur, Minghua sudah menyuruh putranya untuk pipis di toilet tetapi Kao mengaku tidak ingin buang air kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti sampai di situ, tanpa belas kasihan sedikitpun, Minghua juga memotong alat vital putranya. Setelah itu, ia kembali ke tempat tidur. Sementara, tetangga yang melihat kondisi Kao berlumuran darah segera menghubungi pihak berwajib.
Kini, Minghua dikenai tuduhan pembunuhan dan masih dalam pemeriksaan polisi. Ia juga turut menyalahkan sang istri yang dianggap sebagai penyebab mengapa ia sampai tega menghabisi nyawa putranya sendiri.
Terkait dengan masalah ngompol pada anak, dr Rifan Fauzie SpA dari RSAB Harapan Kita mengungkapkan bahwa intensitas ngompol pada anak seharusnya sudah mulai berkurang sejak mereka berusia tiga tahun. Tapi kembali lagi tergantung dari kondisi fisik dan psikologis anak.
"Kita harus tahu penyebabnya apa. Sering sekali anak dengan psikologi yang melebihi kemampuan adaptasi, misalnya sering dimarahi, depresi, bisa ngompol di malam hari. Apalagi kalau suasana di rumah tidak nyaman dan membuat anak stres," kata dr Rifan.
Namun ada juga faktor lain, misalnya infeksi saluran kemih yang menyebabkan anak sulit menahan pipis. Terkadang infeksi saluran kemih menimbulkan gejala sering buang air kecil seperti anyang-anyangan sehingga saat anak tidur ia pun mengompol.
(rdn/vit)











































