Jangan Pakai Hand Sanitiser Setelah Pegang Struk Belanja, Ini Bahayanya

Jangan Pakai Hand Sanitiser Setelah Pegang Struk Belanja, Ini Bahayanya

- detikHealth
Jumat, 24 Okt 2014 18:52 WIB
Jangan Pakai Hand Sanitiser Setelah Pegang Struk Belanja, Ini Bahayanya
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Malas dan repot cuci tangan dengan air dan sabun, sebagian orang beralih memakai hand sanitiser untuk membersihkan kedua tangannya. Akan tetapi penggunaan hand sanitiser tidak selamanya aman, apalagi ketika Anda berbelanja.

Apa hubungannya? Sebuah penelitian terbaru menemukan orang yang memakai hand sanitiser setelah memegang struk belanjaan akan lebih banyak terpapar BPA.

Jadi begini, BPA merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam botol plastik atau kemasan styrofoam yang dapat merusak hormon tubuh. Dan ternyata BPA juga dapat ditemukan di kertas struk belanjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian meminta sejumlah sukarelawan untuk mengoleskan hand sanitiser ke tangannya, lalu memegang sebuah struk belanjaan selama beberapa menit.

Setelah itu, kadar BPA di kedua tangan masing-masing sukarelawan dicek. Ini untuk mencari perbedaan kadar BPA pada tangan yang memegang struk dan yang tidak. Ada juga yang diminta memberikan sampel urine atau sampel darah dari masing-masing tangan.

Tak hanya itu, sebagian sukarelawan yang memakai hand sanitiser tadi diminta memegang satu keripik panas selama 10 detik. Lantas keripik tadi ada yang dites kandungan BPA-nya dan ada juga yang diminta untuk dimakan.

Peneliti pun dibuat kaget karena nyatanya BPA yang ada di struk belanjaan tersebut dapat berpindah dengan mudah dari tangan ke makanan.

Bahkan BPA-nya tak hanya berpindah ke makanan yang kita pegang, melainkan juga meresap masuk ke dalam tubuh lewat kulit hingga masuk ke usus.

"Kami menemukan adanya peningkatan kadar BPA yang signifikan pada tubuh orang-orang ini ketika mereka makan setelah memakai hand sanitiser," kata peneliti seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (24/10/2014).

Kandungan BPA di urine dan darah sukarelawan pun meningkat tajam hanya dalam kurun 90 menit setelah mereka memegang struk dan makan keripik. Peneliti juga mengatakan risiko ini berlaku untuk siapapun, tak peduli pria maupun wanita.

Perlu diketahui bahwa sama halnya dengan produk perawatan kulit lainnya, hand sanitiser juga mengandung bahan-bahan kimiawi yang mampu meningkatkan penetrasi BPA ke dalam kulit hingga lebih dari 100 kali lipat.

"Padahal BPA ini telah terbukti dapat menyebabkan janin dan bayi lahir cacat, terutama di organ reproduksinya. Termasuk risiko kanker hingga gangguan kekebalan dan metabolik pada hewan sekalipun," tutup peneliti.


(lil/vit)

Berita Terkait