Kisah Sofiyah, BAB Lewat Vagina Setelah Melahirkan

Kisah Sofiyah, BAB Lewat Vagina Setelah Melahirkan

- detikHealth
Senin, 03 Nov 2014 18:31 WIB
Kisah Sofiyah, BAB Lewat Vagina Setelah Melahirkan
Foto: Arbi Anugrah
Banyumas - Sofiyah (31) warga RT 5 RW 6, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah kini terus terbaring di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Sofiyah terbaring setelah dirinya hanya bisa buang air besar melalui alat kelaminnya. Kondisi itu dialaminya setelah melahirkan.

"Mau BAB kok sakit banget, saya kira jahitannya. Pas saya ngeden malah kotoran yang keluar dari sini, rasanya sakit seperti orang mau melahirkan," kata Sofiyah saat ditemui di ruang perawatan RS Ananda, Senin (3/11/2014).

Perubahan jalur buang air besar yang dia alami terjadi setelah dirinya melahirkan anak ketiganya di RSUD Margono dengan dibantu oleh bidan yang sedang magang di rumah sakit tersebut. Untuk diketahui proses melahirkan dia jalani secara normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses melahirkan normal, tapi memang ditangani sama yang magang, dokternya juga tidak ada," jelasnya.

Dia mengaku saat melahirkan anak pertama dan kedua dirinya selalu melahirkan dengan normal dan tidak ada keluhan seperti ini. Dirinya dirujuk ke RS Margono setelah bidan meminta agar dirinya dirujuk karena tensinya sangat tinggi menjelang lahiran.

"Dirujuk sama bidan karena tensinya tinggi. Pas ke RS Margono ya masih normal, saya masih boncengan naik motor sama kakak saya ke sana," jelasnya.

Seminggu setelah dirinya melahirkan dan mengalami kejadian yang dia tidak sangka tersebut, dirinya mencoba berkonsultasi ke dokter. "Saya konsultasi ke dokter Daliman karena saya bingung kenapa jadi BAB lewat sini, dia bilang kemungkinan karena gunting," ungkapnya.

Sofiyah kemudian memutuskan agar dirinya dirawat di rumah sakit berbeda dengan biayanya sendiri. Meskipun pihak RS Margono sempat datang dan memintanya agar menjalani perawatan di RS tersebut, Sofiyah menolaknya.

"Pihak RS Margono terakhir minta saya untuk kembali berobat dan kotrol disana tapi saya menolak, saya trauma karena perawatan yang kemarin di sana," ujarnya.

Dia juga sempat mempertanyakan siapa sosok yang menanganinya saat dirinya melahirkan."Saya sempat menanyakan kalau yang pakai baju putih-putih itu sudah bidan belum, tapi dijawab sama pihak Margono kalau itu anak-anak bidan PKL. Malah bidan ruang bersalin dipanggil pas saya mengalami pendarahan terus-menerus," ungkapnya.

Saat ini yang dia harapkan hanya sembuh agar dapat beraktivitas seperti biasanya supaya anaknya yang masih bayi bisa segera diasuhnya. "Kasihan anak saya juga, masih kecil," tuturnya.

Sementara menurut Toto Jatmiko, Kabag Umum RSUD Margono pihaknya sudah menerima keluhan terkait kondisi Sofiyah dan pihak RSUD Margono siap bertanggung jawab. "Kita siap tanggung jawab, tapi mengenai informasi medical itu bukan kewenangangan kami, karena rekam medik merupakan hak pasien," ujarnya.

Sementara untuk meminta pertanggungjawaban pihak RSUD Margono agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Djoko Susanto, melaporkan dugaan malapraktik tersebut ke pihak kepolisian Polres Banyumas.

"Kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan malpraktik. Ini karena sudah menyangkut pidana. Jadi kami minta pelaku untuk diproses secara hukum sedangkan korban untuk segera mendapatkan pertolongan," kata Djoko.

"Yang rusak merupakan alat vital yang menyangkut masa depan seseorang yang mengakibatkan trauma," imbuhnya.

Sedangkan menurut anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Komisi D, Dodit Suryondaru, yang mengunjungi Sofiyah mengatakan pihaknya menginginkan pelayanan publik agar dapat melayani masyarakat secara maksimal. Sedangkan untuk dugaan malpraktik, pihaknya akan segera memanggil kepala rumah sakit.

"Terkait adanya dugaan malapraktik yang terjadi pada Ibu Sofiyah. Kapasitas kami nantinya akan memanggil kepala rumah sakit terkait untuk segera memberikan laporan dan meminta agar Ibu Sofiyah dapat ditangani dengan baik," ucapnya.

(arb/vit)

Berita Terkait