Berikut bentuk-bentuk keanehan pada telinga yang bisa dijadikan petunjuk adanya gangguan kesehatan, seperti dikutip detikHealth dari Medical Daily, Selasa (11/11/2014).
1. Daun kuping melipat
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Meskipun peneliti tak mengetahui bagaimana cara menjelaskan keterkaitan antara keduanya, mereka menduga perubahan yang terjadi pembuluh darah di telinga dapat meniru perubahan serupa di dalam pembuluh darah yang ada di seputaran jantung.
Lipatan pada daun telinga juga merupakan salah satu gejala sindrom Beckwith-Wiedermann, yang tergolong sebagai sindrom pertumbuhan yang berlebihan (overgrowth). Bayi yang mengalami kondisi ini cenderung memiliki berat badan yang lebih besar daripada bayi seumurannya, bahkan terus tumbuh seperti itu, melebihi teman-temannya hingga dewasa.
2. Kotoran telinga
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Ternyata jenis kotoran yang mengandung gen ini memiliki kesamaan dengan gen penyebab bau tak sedap pada ketiak penderita kanker payudara," ungkap editor FASEB Journal, Dr Gerald Weissman.
Tapi bukan berarti orang-orang yang memiliki kotoran telinga basah atau bau ketiak yang menyengat pasti mengidap kanker payudara lho. Hanya saja kotoran telinga dapat dijadikan petunjuk adanya peningkatan risiko kanker pada orang-orang tertentu, itu pun bila dikombinasikan dengan faktor kanker lainnya.
3. Telinga memerah
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Bila tak segera ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan tekanan darah rendah ekstrim (hipotensi), penurunan berat badan dan gagal ginjal.
Di sisi lain, daun telinga yang memerah juga menjadi penanda Red Ear Syndrome. Menurut sebuah artikel dalam Journal of Headache, gejalanya adalah warna salah satu atau kedua telinga menjadi sangat merah dan bila dipegang akan terasa panas. Namun gangguan ini terbilang jarang terjadi.
4. Telinga berdenging
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Namun bila gejala ini tak kunjung hilang hingga lebih dari enam bulan, ini artinya tinnitusnya sudah kronis.
5. Telinga kecil
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
"Makin kecil telinganya, maka ear canal-nya juga akan makin kecil sehingga risiko eksimnya malah makin besar. Ini karena ear canal dilapisi oleh kulit, dan sama seperti kulit di bagian luar tubuh, ini akan mengelupas, sehingga bila lubangnya kecil, serpihan ini bisa menyumbat telinga, bahkan meradang," terang George Murty, konsultan THT dari University Hospitals Leicester.
Murty menambahkan letak daun telinga yang lebih rendah dari mata bisa mengindikasikan masalah pada organ lain, yakni ginjal.
Halaman 2 dari 6











































