Kanker Kelenjar Getah Bening, Haruskah Rahim Diangkat Seperti Ria Irawan?

Kanker Kelenjar Getah Bening, Haruskah Rahim Diangkat Seperti Ria Irawan?

- detikHealth
Jumat, 14 Nov 2014 16:00 WIB
Kanker Kelenjar Getah Bening, Haruskah Rahim Diangkat Seperti Ria Irawan?
Jakarta - Artis senior Ria Irawan mengaku telah menjalani pengangkatan rahim akibat kanker kelenjar getah bening yang dialaminya. Nah, haruskah seorang perempuan yang terserang penyakit kanker kelenjar getah bening menjalani prosedur angkat rahim?

Menurut dr Denni Joko Purwanto, SpB (K) Onk dari RS Kanker Dharmais pengangkatan organ tubuh yang 'dihinggapi' kanker dilakukan untuk meminimalkan penyebaran. Jadi misalnya sumber primer kanker kelenjar getah beningnya ada di rahim, setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, rahim yang bersangkutan akan diangkat.

"Dicari sebab primernya lalu diangkat tumornya. Kalau rahim di angkat, mungkin primernya ada di sana. Nanti dilihat pemeriksaan patologi kankernya. Kalau diperlukan ditambah dengan ajuvan, kemo, atau radiasi, terapi target," jelas dr Denny dalam percakapan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (14/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan detikHot, sejak 2009 hingga 2014, Ria mengalami masalah di rahimnya. Menurutnya, rahimnya mengalami penebalan dan ada miom. Ria masih belum mau menerima kenyataan, sehingga dia memilih menghindari penanganan medis.

Namun akhirnya Ria memutuskan untuk pasrah. Pada 30 September 2014 lalu, wanita berusia 45 tahun itu akhirnya menjalani operasi. Tidak hanya rahim yang diangkat, tetapi juga indung telur. Dikatakan Ria, kanker kelenjar getah beningnya sudah stadium 3,

"Saat saya berada di ruang operasi untuk angkat rahim, tapi pas diangkat ternyata sudah sampai ke indung telur. Akhirnya dari rencana operasi 4 jam jadi 6 jam karena langsung ambil indung telur," kisah Ria.

(vit/up)

Berita Terkait