Memakan Waktu 12 Jam, Tumor Raksasa Anak Ini Berhasil Diangkat

Memakan Waktu 12 Jam, Tumor Raksasa Anak Ini Berhasil Diangkat

- detikHealth
Kamis, 20 Nov 2014 10:06 WIB
Memakan Waktu 12 Jam, Tumor Raksasa Anak Ini Berhasil Diangkat
(Foto: Facebook)
Jakarta - Para ahli bedah di New Mexico berhasil angkat sebuah tumor langka pada anak berumur 11 tahun lewat operasi yang melibatkan 25 tenaga medis profesional selama 12 jam. Butuh upaya ekstra untuk mengangkat tumor karena ukurannya yang sebesar bola sepak.

Pasien yang diketahui bernama Jose Antonio Ramirez Serrano berasal dari Ciudad Juarez, Mexico. Setelah pengangkatan operasinya berhasil, Ramirez dilaporkan akan memulihkan diri selama sebulan di bawah pengawasan rumah sakit.

Kristean Alcocer dari First Baptist Church of Rio Rancho yang menangani kasus mengatakan tumor yang ada pada Ramirez tumbuh dengan ukuran panjang sekitar 30 cm dan dalam sekitar 10 cm. Karena operasi yang besar, Ramirez dikatakan akan terus berada di bawah pengaruh obat bius setelah operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat senang. Operasi ini sudah kita rencanakan sejak dua tahun lalu," ujar Alcocer seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (20/11/2014).

Tumor yang tumbuh pada bagian kiri leher, pundak, dan dada Ramirez tersebut telah membebaninya sepanjang hidup. Tumor yang tumbuh besar tidak biasa ini disebut juga sebagai lymphangiomas, suatu kecacatan dari sistem limfatik yang menyebabkan tumor tumbuh di atas permukaan kulit.

Ramirez ditemukan oleh pihak gereja saat ia melintas di daerah Anapra, Juarez, dua tahun lalu. Pihak gereja kemudian mencari tahu lebih dalam dan menemukan bahwa keluarga tidak memiliki sumber daya untuk mengurus penyakit Ramirez. Pihak gereja kemudian menawarkan bantuan yang sumbernya dilaporkan berasal dari donasi dan membayar lunas pengobatan Ramirez.

"Banyak janji diberikan kepada mereka selama bertahun-tahun, tapi tidak ada yang pernah datang membawa solusi yang berarti," ujar Alcocer menceritakan keluarga Ramirez yang awalnya ragu-ragu saat pihak gereja menawarkan operasi.

(up/up)

Berita Terkait