Menurut laporan para peneliti, sekitar 80 persen staf ruang operasi di rumah sakit tersebut mengaku merasa terbantu saat menjalankan operasi jika dibarengi dengan musik. Di RS Cardiff University sendiri sekitar 70 persen operasi dijalankan dengan disertai musik.
Hasil studi yang telah dipublikasi di British Medical Journal tersebut menemukan musik meningkatkan komunikasi antara staf, mengurangi kegelisahan, dan meningkatkan efesiensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan hal tersebut, studi berbeda yang dipublikasi pada tahun 2012 di Annals of the Royal College of Surgeons juga mendukung penggunaan musik di ruang operasi. Menurut studi tersebut, pasien yang menjalani operasi disertai musik dapat lebih rileks dan lebih cepat pulih dari luka.
Pemimpin studi Hazim Sadideen dari John Radcliffe Hospital, Oxford, mengatakan pasien yang lebih rileks dapat mentoleransi rasa sakit lebih baik. Hal itu dikatakan oleh Sadideen membuat pasien dapat dipulangkan lebih cepat.
"Menjalani operasi dapat menjadi pengalaman membuat stres bagi pasien dan menemukan cara untuk membuat mereka lebih nyaman merupakan tujuan kita sebagai dokter," ujar Sadideen seperti dikutip dari BBC pada Selasa (16/12/2014).
(up/up)











































