Berhati-hatilah saat mengajak anak bepergian ke tempat umum yang ramai seperti pusat perbelanjaan. Baru-baru tengah beredar di media sosial informasi tentang percobaan penculikan yang terjadi di Mall Emporium Pluit, Jakarta.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa seorang wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun mencoba menculik gadis kecil yang tengah berada di eskalator. Melihat si penculik menggandeng paksa si gadis, ibunya berulang kali berteriak memperingkatkan si penculik. Namun si gadis bergeming dan baru melepas gandengan tangannya saat sang ibu nekat mendorongnya dengan stroller.
Mengakui belum mendengar informasi ini, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, menduga peristiwa percobaan penculikan semacam ini tidak dilakukan oleh pelaku sendirian. Kemungkinan besar pelaku memiliki sindikat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpesan kepada para orang tua untuk memberikan perhatian lebih dan tidak melepaskan pegangan pada anak, terutama saat berada di ruang publik seperti pusat perbelanjaan.
"Saya rasa orang tua sekarang memang harus ekstra perhatian pada anak. Dalam situasi terutama di ruang publik yang terbuka. Anak harus terus terjaga," imbuhnya.
Tak cuma mencegah kasus penculikan yang marak terjadi karena kelengahan orang tua di tempat ramai, menurut Arist pengawasan ketat orang tua juga penting untuk mencegah kecelakaan tak terduga pada anak.
"Banyak anak yang tidak digandeng lalu jatuh dari eskalator, ini biasanya karena orang tuanya sibuk sendiri. Ingat, setiap kali ke mal atau kemana saja, anak-anak harus didampingi," pesan Arist.
Tahun 2014 ini, Komnas PA menerima pengaduan 196 kasus anak hilang. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013, yakni 111 kasus. Dari data pengaduan tersebut, 6 kasus (3%) merupakan penculikan bayi; 45 kasus (23%) penculikan anak; 15 kasus (8%) anak hilang; 61 kasus (31%) penelantaran bayi dan 69 kasus (35%) penelantaran anak.
Modus penculikan adalah diambil paksa 21 kasus (41 persen), dibujuk 9 kasus (18 persen) dan lain-lain 21 kasus (41 persen).
(ajg/up)











































