detikhealth

Malfungsi, Dua Staf RS Nyangkut di Mesin MRI Selama 4 Jam

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 31/12/2014 08:30 WIB
Malfungsi, Dua Staf RS Nyangkut di Mesin MRI Selama 4 JamFoto: Central European News
New Delhi, Diduga salah memahami instruksi yang diberikan oleh dokter, seorang staf rumah sakit mengakibatkan dirinya dan satu staf RS lainnya tersangkut ke dalam mesin MRI. Keduanya baru bisa diselamatkan setelah empat jam menempel di mesin tersebut.

Insiden yang terjadi pada bulan November lalu ini berlangsung ketika Sunil Jadhav diminta membawa seorang pasien untuk menjalani prosedur scan rutin. Bersamaan dengan si pasien, Sunil juga diminta mengambilkan sebuah masker oksigen.

Sunil diduga salah memahami instruksi dari dokter. Oleh karenanya, alih-alih membawa masker, Sunil justru membawa sebuah tangki oksigen setinggi 4 kaki ke ruangan tempat mesin MRI (magnetic resonance imaging) itu berada.

Di luar dugaan, ketika mesin MRI milik Tata Memorial Hospital itu dinyalakan, tangki oksigen yang dibawa Sunil secara otomatis tersedot ke arah si mesin. Namun karena Sunil masih memegang tangki itu, akibatnya tubuh Sunil pun ikut terseret oleh tangki oksigen tersebut.

Namun bukan hanya Sunil saja yang apes. Kebetulan pada waktu itu di depan mesin MRI, ada seorang teknisi bernama Swami Ramaiah (35). Tanpa sempat menghindar, tubuh Swami ikut tersedot masuk ke dalam bersama Sunil. Bahkan tubuh Swami tergencet di antara tangki oksigen dengan mesin MRI.

Kesialan Sunil dan Swami tak berhenti sampai di situ. Insiden ini sebenarnya dapat diatasi hanya dalam hitungan detik. Mereka tinggal mematikan tombol darurat yang ada pada mesin. Akan tetapi ternyata tombol darurat pada mesin tersebut justru sedang rusak.

Untuk itu, Sunil dan Swami baru bisa diselamatkan empat jam kemudian, itu pun dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pihak rumah sakit memanggil seorang teknisi dari perusahaan pembuat mesin MRI, General Electric yang kemudian berhasil mematikan medan magnet yang memancar dari si mesin MRI.

Karena insiden ini, Swami mengalami kerusakan pada perut bagian bawahnya. Bahkan dikabarkan kandung kemihnya pecah dan ia mengalami pendarahan hebat. Sedangkan Sunil mengalami patah pada siku tangannya.

"Salah satu staf yang mengalami patah tulang siku telah kami lakukan tindakan operasi. Begitu juga dengan staf satunya yang menderita cedera otot di tubuh bagian bawahnya, dan mereka akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memulihkan diri," tutur salah satu jubir rumah sakit, seperti dikutip dari Mumbay Mirror, Rabu (31/12/2014).

Pihak rumah sakit juga mengaku kaget ketika mengetahui terjadi malfungsi pada mesin MRI yang mereka miliki. Padahal mesin tersebut baru saja menjalani prosedur perawatan rutin, tepatnya enam bulan yang lalu.

(lil/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit