Bukan Pemakai Tapi Hasil Tes Narkoba Positif? Mungkin False Positive

Bukan Pemakai Tapi Hasil Tes Narkoba Positif? Mungkin False Positive

- detikHealth
Selasa, 06 Jan 2015 16:42 WIB
Bukan Pemakai Tapi Hasil Tes Narkoba Positif? Mungkin False Positive
Jakarta -

Kasus penyalahgunaan narkoba kembali terangkat ke permukaan. Setelah pilot AirAsia terdeteksi positif dalam tes narkoba, kali ini musisi Fariz RM juga ditangkap polisi. Tes urine pelantun Sakura ini positif mengandung ganja, sabu, dan heroin.

Jika tes narkoba menunjukkan hasil positif, apakah langsung bisa dipastikan seseorang mengonsumsi narkoba? Belum tentu. Selain tidak ada alat yang 100 persen akurat, statistik menunjukkan adanya peluang false positive dalam tes urine. Seolah positif, tetapi bukan.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, false positive ditemukan pada 5-10 persen kasus. Seseorang yang mengonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter, bisa mendapatkan hasil positif dalam tes narkoba meski sebenarnya bukan pecandu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengonsumsi satu sendok teh biji bunga poppy bisa memberikan false postive pada tes penyalahgunaan opioid," kata salah seorang peneliti, Dwight Smith, MD, dari VA Medical Center in Black Hills, S.D., dikutip dari WebMD, Selasa (6/1/2015).

Beberapa jenis obat batuk dan flu juga bisa memberikan hasil positif pada tes narkoba jenis Amphetamine. Demikian juga dengan beberapa jenis obat tidur, akan memberikan hasil positif pada tes Barbiturat yang memang merupakan golongan obat tidur paling banyak disalahgunakan.

Antibiotika golongan quinolone dilaporkan bisa memberikan hasil positif pada tes opioid, sedangkan obat HIV (Human Imunodeficiency Virus) Sustiva bisa memberikan hasil positif pada tes marijuana atau ganja. Berada dalam satu ruangan dengan orang yang sedang mengisap ganja, justru tidak akan memicu false positive dalam tes narkoba.

Lalu bagaimana memastikannya? Dikutip dari drugs.com, hasil positif di tes awal atau initial testing akan dilanjutkan dengan confirmatory testing. Metode yang sering digunakan untuk mengkonfirmasi hasil positif adalah gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS).

(up/vit)

Berita Terkait