Kisah Graham, Suami yang Tetap Setia Meski Sang Istri Berubah Jadi Lelaki

Kisah Graham, Suami yang Tetap Setia Meski Sang Istri Berubah Jadi Lelaki

- detikHealth
Kamis, 22 Jan 2015 12:00 WIB
Kisah Graham, Suami yang Tetap Setia Meski Sang Istri Berubah Jadi Lelaki
Graham dan Cathan (Mirror)
Bradford - Marah, kesal, atau ingin bercerai bisa saja dirasakan para suami ketika sang istri mengutarakan keinginannya untuk menjadi pria. Namun, Graham Hopwood justru mendukung ketika istrinya Catherine ingin menjadi pria.

Tahun lalu, Catherine yang kini mengubah namanya menjadi Cathan memutuskan untuk menjadi pria. Sebab, selama ini Cathan selalu merasa berada di tubuh yang salah atau biasa dikenal dengan gender dysphoria. Uniknya, Graham mengaku pernikahannya yang sudah berjalan selama 12 tahun itu justru makin menyenangkan meski sang istri sudah berubah.

"Satu-satunya hal yang saya bingungkan yakni untuk menyebut Cathan. Tidak mungkin saya menyebutnya istri, hingga saya pun memanggilnya sebagai partner saya. Setelah menjadi pria, kami memang tidak pernah lagi berhubungan seks, tapi kami tetap intim," tutur Graham yang berusia 68 tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berusia 6 minggu, Cathan diadopsi oleh orang tua angkatnya. Saat kanak-kanak ia tidak suka bermain boneka atau berdandan ala wanita. Justru ia tertarik bermain perang-perangan. Di sekolah ia juga sering dinilai aneh sebagai anak perempuan dan dibully. Sempat berpacaran beberapa kali di usia 20-an, dia merasa tidak pernah nyaman dengan kekasihnya.

Graham dan Cathan bertemu saat keduanya bekerja sebagai sopir bus. Saat itu, Graham yang sudah 13 tahun menikah dengan istri pertamanya bercerai dan tidak bisa lagi bertemu dengan 3 anaknya. Saat bertemu Cathan, ia merasa cocok dan nyaman sebab Cathan dinilainya sebagai orang yang penuh perhatian dan kehangatan, serta bisa memberi dukungan baginya.

"Dari awal bertemu dia mengaku sudah tak nyaman memiliki payudara. Tidak masalah buat saya karena di tahun 2002 akhirnya kami menikah. Orang tua Cathan saat itu bisa saja heran mengapa anaknya mau menikah dengan pria yang 20 tahun lebih tua darinya," imbuh Graham, dikutip dari Mirror, Kamis (22/1/2015).

Tahun 2012, Graham didiagnosis parkinson dan sejak saat itu, Cathan berhenti bekerja dan mengurus Graham. Beberapa waktu kemudian, Cathan bertemu dengan pria transgender dan saat itu pula dia meyakinkan dirinya untuk bisa menjadi pria. Sempat mengajukan permintaan operasi pengangkatan payudara kepada NHS di Januari 2014 tetapi ditolak, Cathan akhirnya memutuskan ke Polandia.

Di sana, ia menjalani operasi untuk mengangkat payudara ukuran 34C-nya dengan biaya Rp 55 juta. Ia pun merasa lega dan terbebas dari tubuh yang salah. Meski begitu, hal ini justru membuat orang tua Cathan yang sudah berusia 80-an kecewa. Beberapa teman ada yang menerima perubahan Cathan dan sebaliknya, justru meninggalkannya.

Di bulan Juni tahun lalu Cathan mulai menjalani terapi hormon. Atas perubahan yang terjadi, Graham mengaku tetap menikmati pernikahannya meski ia tak lagi berhubungan intim dengan sang partner. Dalam keseharian, diakui Graham Cathan adalah orang yang humoris, setia, dan penuh kasih sayang.

"Saya sudah menawari Graham jika ia mau mengundang wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Tapi dia tidak mau karena keintiman dan kebahagiaan kami tidak harus dengan melakukan hubungan seksual, tapi lebih penting adanya perhatian, keterbukaan, dan saling menyayangi," pungkas Cathan.

(rdn/vit)

Berita Terkait