Malas gerak alias 'mager' banyak dikaitkan dengan obesitas dan berbagai dampak buruknya. Namun dalam kaitannya dengan persebaran virus flu, para ilmuwan menyebut mager sebagai salah satu solusi untuk mencegah penularan.
Vaksinasi dan obat-obatan terbukti efektif sebagai bentuk respons dalam menghadapi merebaknya flu. Namun intervensi non farmasetis juga bisa dilakukan dengan membatasi aktivitas sosial, antara lain dengan diam di rumah untuk sementara waktu.
Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian bersama yang dilakukan para ilmuwan dari University of California, Arizona State University, Georgia State University, dan Yale University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada April 2009 saat flu babi menyerang, pemerintah kota Mexico City menutup sekolah-sekolah umum. Para ilmuwan melihat perubahan perilaku masyarakat lewat data yang menunjukkan adanya peningkatan rating siaran televisi. Saat itu, orang-orang lebih banyak diam di rumah dan menonton televisi.
Diakui, kebijakan tersebut memang hanya bersifat sementara. Setelah beberapa waktu, orang-orang mulai meninggalkan rumah untuk kembali beraktivitas. Saat risiko dirasa mulai menurun, orang-orang akan kembali ke perilaku yang normal.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal BMC Infectious Diseases.
(up/vit)











































