Laura Lowden tak menyangka bayinya akan lahir di minggu ke-30. Ia mengaku sama sekali belum siap. Blair keluar dari rahim sang ibu, Laura terlebih dahulu dengan berat hanya 1,42 kg, sedangkan Innes menyusul kemudian dengan bobot 1,44 kg.
Baca juga: Di-USG, Janin Ini Acungkan Jempol Tangannya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung seminggu kemudian, keduanya sudah bisa bernapas dengan sendirinya. Oleh perawat, Blair dan Innes kemudian dipertemukan dan ditempatkan dalam satu inkubator yang lebih besar.
Di situlah terjadi momen yang sangat spesial, tak hanya bagi kedua orang tua mereka, tapi juga menyentuh hati dokter dan perawat di rumah sakit tersebut. Bagaimana tidak, setelah disandingkan, Blair dan Innes tampak mengulurkan tangan masing-masing lantas menggenggam tangan satu sama lain. Momen ini pun sempat tertangkap kamera milik sang ayah, Craig.
"Ini adalah hal paling menakjubkan yang pernah saya lihat, apalagi keduanya berpegangan setelah sempat dipisahkan. Begitu menyentuh, ini akan selalu jadi momen paling istimewa bagi kami," kata Laura seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/2/2015).
Laura juga bersyukur bayi kembarnya sehat. Sebab salah seorang perawat mengatakan kebanyakan bayi yang lahir 10 minggu lebih cepat sulit untuk bisa bertahan hidup karena paru-paru mereka belum berkembang dengan sempurna.
Menanggapi fenomena ini, pakar psikologi Prof Elvidina Adamson-Macedo mengatakan ikatan yang dimiliki bayi seperti ini sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum mereka lahir.
"Mereka hanya melakukan apa yang selama ini mereka lakukan ketika masih dalam rahim, karena mereka sudah bersentuhan seperti ini sejak usia tujuh minggu dikandung badan," terangnya.
Baca juga: Kembar Identik, Bocah Ini Bisa Merasakan Saudaranya dalam Bahaya
(lil/vit)











































