So Sweet! Bayi Kembar Ini Saling Berpegangan ketika Disatukan Kembali

So Sweet! Bayi Kembar Ini Saling Berpegangan ketika Disatukan Kembali

- detikHealth
Rabu, 18 Feb 2015 18:46 WIB
So Sweet! Bayi Kembar Ini Saling Berpegangan ketika Disatukan Kembali
Foto: daily mail
Edinburgh, UK - Sesaat setelah dilahirkan dalam keadaan prematur, bayi kembar ini harus ditempatkan di dua inkubator yang terpisah. Namun siapa sangka saat dipertemukan, keduanya langsung bergandengan tangan.

Laura Lowden tak menyangka bayinya akan lahir di minggu ke-30. Ia mengaku sama sekali belum siap. Blair keluar dari rahim sang ibu, Laura terlebih dahulu dengan berat hanya 1,42 kg, sedangkan Innes menyusul kemudian dengan bobot 1,44 kg.

Baca juga: Di-USG, Janin Ini Acungkan Jempol Tangannya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di samping berat lahir yang rendah, keduanya juga lahir 10 minggu lebih awal dari prediksi dokter semula. Itulah mengapa sesaat setelah lahir keduanya lantas menjalani perawatan intensif dan diletakkan di dua inkubator yang terpisah.

Beruntung seminggu kemudian, keduanya sudah bisa bernapas dengan sendirinya. Oleh perawat, Blair dan Innes kemudian dipertemukan dan ditempatkan dalam satu inkubator yang lebih besar.

Di situlah terjadi momen yang sangat spesial, tak hanya bagi kedua orang tua mereka, tapi juga menyentuh hati dokter dan perawat di rumah sakit tersebut. Bagaimana tidak, setelah disandingkan, Blair dan Innes tampak mengulurkan tangan masing-masing lantas menggenggam tangan satu sama lain. Momen ini pun sempat tertangkap kamera milik sang ayah, Craig.

"Ini adalah hal paling menakjubkan yang pernah saya lihat, apalagi keduanya berpegangan setelah sempat dipisahkan. Begitu menyentuh, ini akan selalu jadi momen paling istimewa bagi kami," kata Laura seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/2/2015).

Laura juga bersyukur bayi kembarnya sehat. Sebab salah seorang perawat mengatakan kebanyakan bayi yang lahir 10 minggu lebih cepat sulit untuk bisa bertahan hidup karena paru-paru mereka belum berkembang dengan sempurna.

Menanggapi fenomena ini, pakar psikologi Prof Elvidina Adamson-Macedo mengatakan ikatan yang dimiliki bayi seperti ini sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum mereka lahir.

"Mereka hanya melakukan apa yang selama ini mereka lakukan ketika masih dalam rahim, karena mereka sudah bersentuhan seperti ini sejak usia tujuh minggu dikandung badan," terangnya.

Baca juga: Kembar Identik, Bocah Ini Bisa Merasakan Saudaranya dalam Bahaya

(lil/vit)

Berita Terkait