Sebuah penelitian di Korea Selatan mengungkap, 55 persen pasien ingin menanyakan apakah dokter dan tenaga kesehatan lainnya sudah cuci tangan sebelum menangani pasien. Bukan itu saja, 84 persen keluarga pasien juga menginginkan hal yang sama.
Namun sebaliknya, hanya 26 persen dokter dan 31 persen perawat yang mendukung wacana yang mengharuskan pasien bertanya pada tenaga kesehatan perihal cuci tangan. Dikutip dari Foxnews, Senin (23/3/2015), ide tersebut dikhawatirkan berpengaruh pada hubungan antara pasien dengan tenaga kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya, cuci tangan sangat penting dilakukan karena di tempat-tempat inilah kuman-kuman berkumpul dan bisa ditularkan. Beberapa di antaranya adalah 'kuman super' yang kebal obat.
Baca juga: Tekan Infeksi di RS, Dokter dan Perawat Didorong Cuci Tangan dengan Benar
Sayangnya dalam beberapa penelitian, tidak semua petugas kesehatan sadar dan peduli dengan pentingnya cuci tangan. Sebuah penelitian di Australia misalnya, menunjukkan bahwa cuma 60 pesen dokter yang mencuci tangan dengan teratur dan sesuai prosedur.
Penelitian lain bahkan menunjukkan bahwa dibutuhkan kamera CCTV (Closed Circuit Television) untuk menertibkan para dokter. Dengan adanya CCTV, kedisiplinan dokter untuk cuci tangan meningkat dari 10 persen menjadi 80 persen.
Baca juga: Dokter Lebih Rajin Cuci Tangan Kalau Ada Kamera Pengintai (AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)











































