Luka Gores di Sela Jari Jadi Infeksi, Pria Ini Kehilangan Separuh Kakinya

Luka Gores di Sela Jari Jadi Infeksi, Pria Ini Kehilangan Separuh Kakinya

- detikHealth
Selasa, 24 Mar 2015 18:31 WIB
Luka Gores di Sela Jari Jadi Infeksi, Pria Ini Kehilangan Separuh Kakinya
Robson (foto: mirror)
Sharm El-Sheikh, Mesir - Sejak bulan madu 16 tahun lalu, Mark Robson dan istrinya, Gillian tak pernah sekalipun merasakan liburan layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Namun di bulan Agustus 2010 lalu, mereka akhirnya bisa berlibur, dan Mesir jadi pilihan utama mereka.

Keduanya menginap di sebuah hotel terkemuka di Mesir, Tropicana Jasmine Hotel, Sharm El-Sheikh. Tapi baru hari pertama berlibur, Mark mengalami kecelakaan kecil selepas berenang. Saat keluar dari kolam, Mark merasakan nyeri di kaki kanannya. Bahkan setelah ia tengok, kakinya juga berdarah-darah.

"Saya baru sadar bila kaki saya tadi terantuk pinggir kolam yang cukup tajam dan terasa seperti permukaan beton yang kasar," ungkap Mark seperti dikutip dari Mirror, Selasa (24/3/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mark kemudian menutup lukanya yang panjang dan dalam itu dengan perban. Hanya saja ia tak lagi bisa menikmati liburannya karena kondisi itu. Sepulangnya ke Inggris, lukanya memang sembuh dengan cepat, namun s. Hingga seseorang mengatakan jari kaki Mark mungkin terkena infeksi.

Mencemaskan hal yang sama, Mark pun mendatangi Sunderland Royal Hospital dan benar saja, dokter kemudian harus memberinya resep antibiotik. Namun satu bulan kemudian, dokter yang menangani Mark lantas merujuknya ke Podiatry Clinic, sebab ternyata luka gores tadi telah mengakibatkan infeksi pada tulang kaki pria berumur 44 tahun itu.

Setelah sempat sembuh, dua tahun kemudian atau tepatnya pada bulan Februari 2012, Mark harus kembali ke rumah sakit karena infeksi di tulang kakinya kembali kambuh. Bahkan ia harus menjalani operasi untuk mengamputasi dua jari kaki kanannya.

Baca juga: Bagi Pengidap Diabetes, Luka Kecil Bisa Jadi Penyebab Amputasi

Kondisi ini sebenarnya tak menghambat pekerjaan Mark, hanya saja karena infeksinya berulang kali kambuh ditambah dengan nyeri punggung yang menyertainya, Mark terpaksa meninggalkan pekerjaannya di sebuah pabrik otomotif terkemuka pada Januari 2013.

Melihat kondisinya yang seperti itu, Mark kemudian menyewa pengacara untuk menuntut agen perjalanan yang membawanya ke Mesir. Dinyatakan menang, Mark pun mendapatkan ganti rugi sebesar 25.000 poundsterling (berkisar Rp 484 juta) untuk biaya hidup serta membayar pengobatannya selama ini.

"Saya tak pernah menyangka dampaknya akan jadi sebesar ini. Pada akhirnya saya tak punya pilihan lain untuk meninggalkan pekerjaan saya dan harus bergantung pada keluarga dan teman-teman saya untuk bisa hidup," keluhnya.

Ia berharap tak akan ada lagi orang yang mengalami musibah seperti dirinya di saat berlibur. Untuk itu ia mendorong seluruh agen perjalanan agar memastikan keamanan setiap pelanggan mereka.

Baca juga: Tergilas Mesin Penggiling, Tangan Kanan Karyawan Magang Ini Diamputasi


(lil/vta)

Berita Terkait