Meski mematikan, stroke menurut pakar dapat dicegah.
dr Puspasari SpS, dari RS Bethsaida menyebut 85 persen kasus stroke dapat dicegah. Syaratnya, harus sering-sering melakukan pemeriksaan dini.
"80 sampai 85 persen penyakit stroke itu dapat dicegah. Caranya tentu saja jangan abai terhadap gejalanya yaitu, sakit kepala hebat, kesemutan atau baal di satu sisi tubuh, atau tiba-tiba mengalami kesulitan bicara," tutur dr Puspa dalam temu media di Penang Bistro, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).
Baca juga: Studi Sebut Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Stroke
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena stroke itu ada dua jenis, ada stroke iskemik, artinya stroke karena pembuluh darah tersumbat. Satu lagi stroke hemoragik, jadi tiba-tiba aja pembuluh darahnya pecah, tapi bukan karena tersumbat. Bisa karena hipertensi atau genetik," tuturnya.
Stroke iskemik bisa disebabkan karena plak atau lemak darah. Sementara stroke hemoragik adalah pembuluh darah yang pecah dan menyebabkan pendarahan, bisa disebabkan oleh hipertensi atau genetik.
Baca juga: Studi Ini Sebut Kebanyakan Tidur Tingkatkan Risiko Kena Stroke
Karena itu dr Puspa mengatakan bahwa pemeriksaan kondisi tubuh secara rutin sangat penting. Selain itu jangan lupa untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
"Kalau sudah di atas 30 tahun itu harus cek kolesterol, cek tekanan darah itu harus rutin. Jangan lupa juga olahraga biar badan tetap sehat, tidak merokok, olahraga 30 menit per hari," paparnya.
(Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)











































