Peneliti Sebut Kaitan Obesitas dengan Kanker Prostat Dipengaruhi Ras

Peneliti Sebut Kaitan Obesitas dengan Kanker Prostat Dipengaruhi Ras

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 17 Apr 2015 19:06 WIB
Peneliti Sebut Kaitan Obesitas dengan Kanker Prostat Dipengaruhi Ras
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Sebuah penelitian dari Amerika Serikat menemukan kaitan antara obesitas terhadap peningkatan risiko kanker prostat. Hanya saja, kaitan tersebut bervariasi tergantung ras.

Wendy Barrington, peneliti dari University of Washington School of Nursing dan Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle mengatakan kaitan antara obesitas dengan kanker prostat sangat kompleks. Namun jika diklasifikasikan lewat ras, maka keturunan afrika-amerika paling tinggi risikonya.

Penelitian Barrington dilakukan kepada 3.398 keturunan Afrika-Amerika dan 22.673 orang kulit putih non-Hispanik selama 10 tahun. Seluruh partisipan berusia di atas 55 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kena Kanker Prostat, Apakah Seorang Pria Bisa Jadi Mandul?

Setelah 10 tahun, Barrington menemukan bahwa 270 orang keturunan Afrika-Amerika terserang kanker prostat. Hal ini menunjukkan bahwa orang Afrika-Amerika memiliki risiko 58 persen lebih tinggi terserang kanker prostat daripada orang kulit putih.

Dalam kaitannya dengan indeks massa tubuh (IMT), peneliti menemukan bahwa orang Afrika-Amerika yang obesitas memiliki kenaikan tingkat risiko hingga 103 persen. Jauh lebih tinggi daripada mereka yang memiliki berat badan normal, dengan tingkat ririsko 28 persen.

Barrington sendiri tidak bisa menjelaskan apa kaitannya antara obesitas, kanker prostat dan ras Afrika-Amerika. Namun jika bisa diambil kesimpulan, maka pengaturan berat badan merupakan kunci menuju hidup yang sehat.

"Untuk keturunan Afrika-Amerika, salah satu cara untuk mencegah terserang kanker prostat adalah dengan mencegah obesitas terlebih dahulu, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut soal hal ini," paparnya. dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2015).

Dr Stacy Lowb, urologis dari NYU Langone Medical Center di New York City mengatakan hasil penelitian Barrington bisa digunakan sebagai pesan kepada publik. Intinya, obesitas sangat tidak sehat dan merupakan sumber dari berbagai macam penyakit.

"Aku tidak mengatakan bahwa menurunkan berat badan dapat membuat Anda terhindar dari kanker prostat, namun penelitian ini merupakan pesan yang baik bagi masyarakat, bahwa obesitas harus dijauhi karena merupakan sumber dari banyak masalah kesehatan," paparnya.

Baca juga: Satu Lagi Bahaya Rokok: Meningkatkan Risiko Kekambuhan Kanker Prostat (Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)

Berita Terkait