Kecanduan Sarah akan minuman berenergi bermula saat di tahun 2005 ia menyelesaikan studinya untuk mendapatkan sertifikat nasional di bidang hukum. Awalnya ia hanya mengonsumsi satu hingga dua kaleng minuman berenergi tetapi lama kelamaan ia menjadi ketagihan bahkan sampai di tahun 2010.
"Saat itu saya harus merevisi hasil ujian saya bahkan sampai saya stres. Akhirnya dalam sehari saya bisa menghabiskan 24 kaleng minuman. Dalam seminggu saya bisa menghabiskan Rp 2 juta untuk membeli 4 sampai 5 peti minuman itu," kata Sarah, dikutip dari Mirror, Kamis (30/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lama-kelamaan, Sarah sering mengalami palpitasi (detak jantung tidak menentu) dan tubuhnya yang bergetar tanpa sebab. Saat itulah ia menyadari sudah kecanduan minuman berenergi. Sebab, jika tidak mengonsumsi minuman itu, tubuh Sarah akan lemas dan merasa ada sesuatu yang kurang.
Tanggal 11 April lalu, ibu empat anak ini menjajal hipnoterapi bersama David Kilmurry selama 50 menit per sesi terapi. Sarah mengaku, meskipun waktu terapi 50 menit tetapi ia merasa terapinya berlangsung hanya 15 menit. Berkat hipnoterapi yang ia lakukan, perlahan Sarah mulai bisa mengurangi konsumsi minuman berenerginya.
Baca juga: Kecanduan Aneh, Wanita Ini Tiap Hari Makan Masker Wajah
https://health.detik.com/read/2013/03/14/150116/2193992/1202/kecanduan-aneh-wanita-ini-tiap-hari-makan-masker-wajah
"Hipnoterapi memberi saya kekuatan untuk bisa mengurangi konsumsi minuman berenergi. Saya ingat sekali ketika berada di alam bawah sadar saya, saya diberi sugesti bahwa untuk bisa beraktivitas saya tidak perlu minuman berenergi dan itu berhasil," tutur Sarah.
Sementara, Kilmurry mengatakan kecanduan Sarah sudah termasuk serius. Apalagi, konsumsi kafein, taurin, atau aspartam dalam jumlah berlebihan berisiko menimbulkan kejang, ADHD, dan memicu keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar. Orang yang kecanduan minuman bernergi juga dikatakan Kilmurry berpotensi mengalami insomnia, depresi, gangguan kecemasan, palpitasi, dan terserang penyakit jantung.
Baca juga: Kopi dan Teh yang Lama Diseduh Mengandung Kafein Lebih Tinggi
https://health.detik.com/read/2010/12/28/160145/1534339/766/kopi-dan-teh-yang-lama-diseduh-mengandung-kafein-lebih-tinggi?l991101755 (Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)










































