Sejumlah metode yang diketahui masyarakat awam untuk membersihkan kotoran telinga antara lain dengan menggunakan air, cairan cuka, dan baby oil. Menurut dr Darnila Fachruddin, Sp THT-KL, ketiganya boleh-boleh saja digunakan.
"Untuk air, ya boleh saja, asal jangan terlalu banyak," katanya kepada detikHealth saat ditemui di kediamannya di Jalan Potlot II/10 Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Rabu (6/5/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baby oil, cuka dan cairan lainnya juga boleh, asal tidak sampai masuk ke dalam dan melukai rongga telinga," tambahnya.
Cuka, dikatakan dr Darnila memang dapat mengusir jamur. Akan tetapi ia menyarankan agar konsentrasi cuka yang digunakan hanya sekitar dua persen. Dengan konsentrasi sebesar ini, ia mengatakan itu sudah cukup untuk mencegah pertumbuhan jamur dan juga kuman di dalam telinga.
Baca juga: Penyebab Telinga Berdenging dan Terasa Tak Nyaman Saat Pesawat Lepas Landas
Lantas kapan sebaiknya kotoran telinga dikeluarkan sebelum mengering? "Tidak usah terlalu sering, biarkan saja," tandasnya.
dr Darnila menambahkan selama belum ada keluhan yang berarti, kuping tak perlu dikorek-korek. Toh sebenarnya kotoran ini bisa keluar dengan sendirinya, tanpa perlu dibersihkan terlalu dalam.
"Jadi getah telinga tidak selalu banyak dan tidak selalu menutup liang telinga, sehingga sebetulnya tidak perlu kita terlalu sering membersihkan telinga. Kalau rasanya gatal atau kelihatan di pintu telinga ada getah telinga yang keluar, boleh dibersihkan," tuturnya.
Baca juga: 'Terdorong' Cotton Bud, Kotoran Telinga yang Kering Bisa Picu Budek
(lll/vit)











































