Sama-sama Olahraga, Tapi Jogging Lebih Baik bagi Otak daripada Angkat Beban

Sama-sama Olahraga, Tapi Jogging Lebih Baik bagi Otak daripada Angkat Beban

- detikHealth
Kamis, 07 Mei 2015 15:45 WIB
Sama-sama Olahraga, Tapi Jogging Lebih Baik bagi Otak daripada Angkat Beban
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Manfaat olahraga bagi fungsi kognitif otak sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian. Muncul pertanyaan, olahraga seperti apa yang memiliki manfaat paling baik bagi otak?

Dr dr Muhammad Irfannuddin, SpKO, MpdKed, Mbiomed, dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang menjelaskan bahwa dalam dunia kesehatan olahraga, olahraga terbagi menjadi dua jenis, yaitu olahraga aerobik dan olahraga anaerobik.

"Di bidang kesehatan olahraga sendiri banyak penelitian yang membandingkan olahraga aerobik dan anaerobik. Tapi khusus untuk fungsi kognitif otak, olahraga aerobik seperti jogging‎ dan jalan cepat lebih baik daripada angkat beban," tuturnya ketika ditemui usai sidang promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pentingnya Olahraga Aerobik untuk Fungsi Kognitif Otak

Olahraga aerobik merupakan jenis olahraga yang bisa dilakukan dalam waktu cukup lama dan membutuhkan oksigen yang cukup banyak. Hal ini membuat pembuluh darah melebar untuk memungkinkan suplai oksigen yang lebih banyak.

Oksigen dibutuhkan untuk menjaga neuron di hippokampus dan korteks frontal yang berhubungan dengan memori. Sehingga selain berguna melancarkan sistem peredaran darah, jenis olahraga ini lebih baik untuk fungsi kognitif otak.

Di sisi lain, olahraga anaerobik biasanya dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan energi yang besar. Olahraga seperti angkat beban dan sprint jarak dekat merupakan contohnya. Fungsi olahraga ini biasanya untuk menambah kekuatan serta massa otot di bagian tubuh tertentu saja.

"Makanya kalau angkat beban itu jangan berlebihan karena bisa memicu stres oksidatif. Banyak radikal bebas yang muncul di tubuh dan zat sisa yang aspeknya merusak," urainya.

Baca juga: Beda Manfaat Olahraga Aerobik Bagi Otak Anak-anak dan Lansia

Meski begitu, bukan berarti olahraga yang dilakukan hanya bersifat aerobik saja. Idealnya menurut dr Irfan, kedua jenis olahraga ini tetap dilakukan secara teratur dan bergantian.

"Kan menurut literatur idealnya 30 menit per hari, 5 hari seminggu. Mungkin bisa diselingi aerobik hari ini, lalu besoknya anaerobik. Atau aerobik dulu, baru anaerobik dan istirahat," pungkasnya.

(mrs/vit)

Berita Terkait