4 Penyakit Mematikan yang Rentan Menyertai Kegemukan

4 Penyakit Mematikan yang Rentan Menyertai Kegemukan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 15 Mei 2015 08:30 WIB
4 Penyakit Mematikan yang Rentan Menyertai Kegemukan
Jakarta - Tubuh terlalu gemuk merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan. Sementara itu, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat di zaman serba modern menyebabkan jumlah penderita obesitas terus meningkat.

Pada 2014, organisasi kesehatan dunia atau WHO mencatat lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami kelebihan berat badan atau overweight. Sebanyak 600 juta di antaranya terlalu gemuk sehingga dikategorikan sebagai obesitas.

Anak-anak pun tidak lepas dari masalah berat badan. WHO mencatat 42 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami kelebihan berat badan serta obesitas pada 2013. Menurut berbagai penelitian, obesitas di masa kecil bisa meningkatkan risiko kematian mendadak saat tumbuh dewasa.

Kabar baiknya, obesitas bisa dicegah antara lain dengan menyeimbangkan asupan kalori dengan aktivitas fisik. Mengurangi konsumsi gula serta makanan berlemak dan tinggi kalori, serta olahraga selama 60 menit/hari untuk anak atau 150 menit/minggu untuk dewasa juga bisa mengurangi risiko kegemukan.

Berbagai penyakit yang mengancam orang-orang dengan masalah kegemukan antara lain sebagai berikut, dikutip dari berbagai sumber Jumat (15/5/2015).

1. Penyakit jantung dan pembuluh darah

Indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi berhubungan dengan berbagai masalah jantung dan pembuluh darah. Risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, pembentukan sumbatan-sumbatan di pembuluh darah, cenderung meningkat pada pemilik tubuh yang terlalu gemuk.

2. Diabetes

Kegemukan, khususnya obesitas sentral pada laki-laki yang ditandai dengan perut buncit, merupakan faktor risiko gangguan metabolisme. Ketika metabolisme gula terganggu, maka beragam komplikasi mematikan akan semakin rentan muncul. Termasuk di antaranya, kerusakan pembuluh darah.

3. Gangguan pernapasan

Risiko gangguan pernapasan pada pemilik tubuh gemuk juga meningkat. Sleep apnea atau henti napas saat tidur yang sering ditandai dengan dengkuran sering ditemukan pada pemilik tubuh gemuk. Memang tidak secara langsung mematikan, tetapi berhubungan erat dengan berbagai gangguan penyakit berbahaya.

4. Kanker

WHO menyebut beberapa jenis kanker meningkat risikonya pada pemilim tubuh gemuk. Di antaranya kanker endometrial, kanker payudara, dan kanker usus besar. Kanker usus besar sendiri dikatikan juga dengan pola makan yang tidak sehat, khususnya rendah serat.
Halaman 2 dari 5
Indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi berhubungan dengan berbagai masalah jantung dan pembuluh darah. Risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, pembentukan sumbatan-sumbatan di pembuluh darah, cenderung meningkat pada pemilik tubuh yang terlalu gemuk.

Kegemukan, khususnya obesitas sentral pada laki-laki yang ditandai dengan perut buncit, merupakan faktor risiko gangguan metabolisme. Ketika metabolisme gula terganggu, maka beragam komplikasi mematikan akan semakin rentan muncul. Termasuk di antaranya, kerusakan pembuluh darah.

Risiko gangguan pernapasan pada pemilik tubuh gemuk juga meningkat. Sleep apnea atau henti napas saat tidur yang sering ditandai dengan dengkuran sering ditemukan pada pemilik tubuh gemuk. Memang tidak secara langsung mematikan, tetapi berhubungan erat dengan berbagai gangguan penyakit berbahaya.

WHO menyebut beberapa jenis kanker meningkat risikonya pada pemilim tubuh gemuk. Di antaranya kanker endometrial, kanker payudara, dan kanker usus besar. Kanker usus besar sendiri dikatikan juga dengan pola makan yang tidak sehat, khususnya rendah serat.

(AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait