Pada bulan September 2014, testis kanan Jack membengkak. Kala itu, sang ayah, Dan (32) mengira kondisi testis Jack yang membengkak akibat terbentur ketika bermain sepak bola. Apalagi, Jack mengaku merasa nyeri di pangkal pahanya. Setelah diperiksa ke dokter, Jack hanya diberi ibuprofen.
"Saat itu dokter mengira hanya terjadi peradangan di area paha Jack. Tapi, dua minggu setelah itu, lagi-lagi Jack mengaku nyeri di pahanya usai main bola dan saya lihat ukuran testis kanannya sangat jauh lebih besar daripada testis kirinya," tutur Dan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (15/5/2015), hasil biopsi menunjukkan bahwa ada sel-sel abnormal di testis kanan Jack. Saat itulah dokter di Southampton General Hospital mendiagnosis bocah tersebut dengan seminoma. Testis kanan Jack akhirnya diangkat. Selama lima bulan, Jack akhirnya menjalani perawatan. Kini, dia juga masih harus menjalani kemoterapi.
Sementara ibu Jack, Joanne mengatakan setelah mengetahui putranya didiagnosis kanker testis, ia hanya bisa menangis sepanjang perjalanan pulang. Apalagi, Joanne mengaku tidak tega melihat Jack yang harus menjalani pengobatannya.
"Setelah lima bulan berjuang melawan kanker yang diidapnya, kini Jack sudah aktif kembali. Dia sudah mulai ikut latihan Ju Jitsu dan kini rambutnya yang sempat rontok sudah tumbuh kembali ditambah tidak ada bekas botak di kepalanya. Saya amat bersyukur berawal dari terkena bola, Jack bisa diketahui terkena kanker testis," tutur Joanne.
Baca juga: Celana Dalam Bisa Menguatkan Alat Vital Pria? Ini Kata Dokter
(rdn/up)











































