Christy yang merupakan ibu tunggal atau single mother yang berasal dari Santa Clarita, California, berjuang untuk mendapatkan haknya untuk melakukan assisted suicide atau usaha mengakhiri hidup atas keinginan diri dengan melibatkan bantuan pihak lain. Hal ini seperti yang pernah dilakukan oleh Maynard (29) yang bunuh diri dengan bantuan dokter.
Seperti dikutip dari ABC News pada Kamis (21/5/2015), sebenarnya Christy tidak ingin melakukannya, tetapi ia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan ketakutan akan datangnya kematian dan harus berjuang dengan kanker tersebut.
Baca juga:1 Dari 3 Remaja Laki-laki Korban Pelecehan Seksual Pernah Coba Bunuh Diri
"Saya harus ke rumah sakit. Mereka lalu menaruh selang untuk mengeringkan cairan dari paru-paruku. Dan ketika cairannya penuh lagi, saya harus kembali ke rumah sakit. Itu terjadi berulang-ulang dan saya harus merasakan kesakitan itu hingga saya meninggal," imbuhnya.
"Setiap hari, ketika anakku akan pulang, ia meneleponku. Ia ingin mengetahui apakah saya masih hidup. Saya tidak ingin anak saya pulang ke rumah dan menemukanku telah meninggal dan membuatnya trauma. Saya ingin meninggal dengan tenang sambil memegang tangannya," ujarnya.
Permohonan Christy tidak bisa diwujudkan. Hukum untuk memenuhi hak assisted suicide masih dipertimbangkan badan legislasi California. Pasalnya, hukum ini bisa memberikan dampak yang besar kepada masyarakat.
"Banyak penolakan dari berbagai organisasi termasuk saya. Hal ini bisa berdampak bagi orang-orang yang kesulitan ekonomi dan memiliki ketidakmampuan hidup," ucap Marilyn Golden, juru bicara Californians Against Assisted Suicide. Meskipun gugatan tidak berhasil, Christy berharap suatu saat nanti hukum ini bisa berlaku sehingga tidak ada lagi orang yang harus berjuang dan merasakan kesakitan.
Christy sebelumnya didiagnosis adenocarcinoma, kanker paru-paru yang dialami oleh orang-orang yang bukan perokok. Kankernya telah menyebar ke otak, hati, tulang rusuk dan tulang belakang. Tubuhnya intoleran terhadap morfin, sehingga susah untuk mengobatinya.
Baca juga: Peneliti Tengah Mengembangkan Vaksin untuk Kanker Paru-paru
(AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)











































