Soragan, Dusun di Bantul yang Warganya Kompak Tanam Herbal di Kebun

Soragan, Dusun di Bantul yang Warganya Kompak Tanam Herbal di Kebun

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Senin, 25 Mei 2015 11:08 WIB
Soragan, Dusun di Bantul yang Warganya Kompak Tanam Herbal di Kebun
Oni Oktaviani menjelaskan tentang Kotak Layanan TOGA Mandiri (Foto: Lila/detikHealth)
Yogyakarta - Pengadaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di perkampungan atau perumahan bukanlah sesuatu yang baru. Namun padukuhan di Bantul ini menjadikan TOGA sebagai program unggulan mereka, dan terbukti menunjang kesehatan dan kesejahteraan warganya.
 
Inilah sekilas profil Dusun Soragan, Desa Ngestiharjo Kasihan Bantul. Dengan bimbingan Puskesmas Kasihan II yang juga mengunggulkan pengobatan herbal, sebagian besar warga Soragan memanfaatkan TOGA secara optimal dalam keseharian mereka.
 
detikHealth berkesempatan mampir untuk melihat-lihat dusun ini. Letaknya yang berada di perbatasan Kota Yogyakarta membuat Soragan tak ubahnya kampung di tengah kota, dan bukan seperti pedesaan di DI Yogyakarta pada umumnya. Bedanya, hampir tiap rumah rimbun dengan tanaman.
 
"Tiap rumah memang kami minta menanam 5-10 jenis TOGA. Ini sejak 2003," ungkap Kepala Desa Ngestiharjo, Oni Oktaviani kepada wartawan dan ditulis Senin (25/5/2015).
 
Sebagian bibit TOGA ini merupakan subsidi dari desa. Warga diperkenankan saling berbagi koleksi, termasuk memberikan TOGA-nya kepada warga yang kebetulan tidak memiliki namun membutuhkan.
 
Bila dikira-kira, TOGA yang ada di dusun ini sudah mencapai 200 varian. Di antaranya jarak, binahong, mahkota dewa, bahkan tanaman penambah stamina pria, purwaceng. "Ini bisa untuk sakit ringan maupun berat, seperti jarak kan bisa untuk sakit gigi, yang lain bisa meredakan pusing, sakit perut, atau batuk," ungkap Oni.
 
Jika memang belum sembuh, warga bisa langsung mendatangi Puskesmas Kasihan II yang tak hanya menyediakan pengobatan konvensional tapi juga layanan pengobatan herbal.
 
Baca juga: Taman Toga dan Bubur Kacang Hijau, Andalan Kemenkes untuk Hemat Anggaran
 
Satu yang unik dari Soragan adalah, Oni dan warganya juga membuat Kotak TOGA Layanan Obat Mandiri yang berbentuk seperti sangkar burung. Di dalamnya terdapat berbagai resep pengobatan tradisional yang memanfaatkan TOGA lengkap dengan cara pembuatannya.
 
"Disini kami masukkan resep-resep untuk mengobati sakit ringan, dan kalau ada warga yang membutuhkan mereka tinggal membuka kotak ini dan mencatat resepnya. Masyarakat juga bisa berinovasi (resep)," papar Bu Lurah yang mengenakan jilbab tersebut.
 
Kotak semacam ini berada di 38 titik yang tersebar di 127 RT yang ada di Soragan. Peletakan kotak-kotak ini juga tidak sembarangan, tambah Oni, sebab diletakkan di dekat RT yang benar-benar concern atau peduli pada kesehatan warga melalui pemanfaatan TOGA.
 
Kepedulian warga Soragan terhadap kesehatan juga terbukti dengan adanya Posyandu Plus yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Salah satu kader posyandu dari Soragan yang ditemui detikHealth, Herlin (60) mengatakan lansia di dusunnya aktif berkegiatan seperti posyandu dan senam lansia, termasuk pengajian rutin.
 
"Kelompok pendukung ibu juga ada, seperti sharing dan penyuluhan. KB juga berjalan dengan baik jadi di sini tidak ada yang anaknya lebih dari 2. Kalau ada yang hamil langsung kita tahu, terus dipantau," paparnya.

Baca juga: Meski Imunisasi Sudah Lengkap, Ini Pentingnya Rutin Bawa Anak ke Posyandu
 
Saat ditanya apa rahasia keberhasilan dusunnya, istri dari kepala dusun Soragan, Ngadilah menimpali dengan mantap, "Ya karena TOGA-nya berjalan efektif."

(Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait