Cegah Risiko Keterbelakangan, Bayi Usia 3-5 Hari Disarankan Cek Tiroid

Cegah Risiko Keterbelakangan, Bayi Usia 3-5 Hari Disarankan Cek Tiroid

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 26 Mei 2015 14:36 WIB
Cegah Risiko Keterbelakangan, Bayi Usia 3-5 Hari Disarankan Cek Tiroid
Jakarta - Masalah kekurangan hormon tiroid yang disebabkan oleh kelenjar hormon yang bermasalah (hipotiroid kongenital) bisa berakibat fatal pada bayi. Bila terlambat dideteksi kerusakan otak dapat terjadi sehingga bayi akan tumbuh besar dengan kecacatan.

Berdasarkan hasil Pemeriksaan Hipotiroid Kongenital (SHK) 2000-2014 setidaknya 0,4 per 1.000 bayi baru lahir alami hipotiroid bawaan. Jika tak ada tindakan yang dilakukan maka diprediksi antara 16 sampai 26 tahun mendatang akan ada sekitar 39 ribu penduduk Indonesia yang menyandang keterbelakangan mental.

Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan Dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, menekankan agar para orang tua memeriksakan anaknya untuk gangguan ini.

"Hormon tiroid itu kita butuhkan untuk metabolisme tubuh. Jadi sel-sel kita mau tumbuh perlu hormon tiroid. Kalau enggak punya hormon kita jadi cebol otak juga cebol, idiot," kata Jane ketika ditemui dalam acara Pekan Peduli Tiroid di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015).

Baca juga: Kenali Gangguan Tiroid, Penyebab Cacat Mental yang Sebetulnya Mudah Dicegah

Anak yang alami gangguan hormon tiroidnya harus segera mendapat tindakan setelah kelahiran. Untuk mengetahuinya tim ahli bisa melakukan tes cek darah ketika bayi berusia tepat 3-5 hari.

Alasannya apabila tes dilakukan terlalu cepat ada kemungkinan hormon ada dalam tubuh bayi namun sisa dari ibu ketika masih dalam kandungan. Namun bila terlalu lama diketahui dikhawatirkan kerusakan sudah terjadi.

"Anak itu lahir masih punya tiroid dari ibu jadi kalau ada kekurangan enggak kelihatan. Tapi waktu dia ketahuan gejalanya, itu sudah terlambat, sudah ada yang enggak berkembang," papar Jane.

Bila pemeriksaan dilakukan dengan tepat dan hipotiroid kongenital diketahui dini maka ada obat yang bisa diberikan. Jane mengatakan obat bisa dikonsumsi seumur hidup atau sementara tergantung kebutuhannya.

Baca juga: Teh Kamomil Bisa Kurangi Risiko Terserang Kanker Tiroid Hingga 70 Persen

(fds/up)

Berita Terkait