Hal itu terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab. Survei tersebut melibatkan 100.000 orang yang diklaim mewakili 1,1 miliar orang di seluruh dunia. Responden berasal dari 12 kota besar di 40 negara, termasuk Indonesia.
Dalam survei tersebut, terungkap bahwa pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sangat membantu dalam menjaga kesehatan. Para responden juga meyakini, wearable device untuk mengukur dan mengatur aktivitas fisik bisa memperpanjang usia rata-rata 1,9 tahun.
"Wearable device yang sering digunakan contohnya bracellet untuk menghitung langkah kaki. Ada berbagai merk yang dijual," kata Hardyana Syintawati, Vice President Marketing and Communications PT Ericsson Indonesia, dalam temu media Kamis (28/5/2015).
Baca juga: Rajin-rajinlah Cek Tekanan Darah, Maka Akan Dijauhi Hipertensi
Aplikasi teknologi yang juga diyakini bisa meningkatkan harapan hidup adalah cangkir dan piring yang bisa mengukur jumlah kalori dan kandungan garam maupun bahan berbahaya. Seandainya ada, aplikasi semacam ini diyakini bisa memperpanjang usia hingga 1,8 tahun.
Dalam survei tersebut terungkap pula bahwa 40 persen responden merasa puas dengan wellness atau kesehatan dan penampilannya. Khusus di Indonesia, data tersebut menyebut bahwa 68 persen responden merasa puas dengan kesehatan maupun penampilannya.
Puas bukan berarti benar-benar memiliki tingkat wellness yang baik. Buktinya, negara-negara maju seperti Jepang dan Swedia yang terkenal punya gaya hidup relatif sehat dalam survei tersebut justru mempunyai tingkat kepuasan yang sangat rendah.
Baca juga: Rahasia Awet Muda Orang Singapura Ternyata Sangat Sederhana
(AN Uyung Pramudiarja/Nurvita Indarini)











































