Di Swedia, setiap orang yang baru saja mendonorkan darahnya diminta untuk meninggalkan nomor ponsel. Setelah donor, semacam PMI di Swedia akan mengirimkan ucapan 'terima kasih' lewat pesan singkat.
Yang unik adalah tiap kali darah yang disumbangkan pendonor tadi dipakai untuk menyelamatkan nyawa seseorang, si pendonor juga akan memperoleh pesan singkat berisi notifikasi, bahwa darah yang ia sumbangkan berhasil menyelamatkan nyawa seseorang.
Baca juga: Pria yang Sudah 140 Kali Donor Darah Demi Istri yang Sakit Kronis
"Kami memang terus mencoba mengembangkan cara untuk mengekspresikan pentingnya donor itu sendiri," tutur Karolina Blom Wiberg dari pusat layanan donor darah Stockholm kepada The Independent dan dikutip Sabtu (13/6/2015).
Dan ternyata dengan memberikan feed back kepada pendonor tentang usaha yang telah mereka lakukan, hasilnya positif, lanjut Karolina. Harapannya, orang yang bersangkutan akan mendonorkan darahnya kembali, atau bahkan mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa.
Program ini sendiri telah sukes berjalan di Stockholm dalam tiga tahun belakangan, meskipun belum merata di seluruh Swedia. "Rasanya luar biasa ketika kita tahu bisa membuat perbedaan besar dalam hidup seseorang, apalagi menyelamatkan nyawanya," imbuh Karolina.
Kesuksesan program ini pun juga menarik perhatian para pengguna media sosial. Bahkan karena program ini, banyak pengguna media sosial di dunia yang mencoba menggalakkan kembali semangat donor darah, setidaknya di kalangan keluarga dan rekan-rekannya sendiri.
Di Swedia, tiap penduduk juga dapat mengakses situs layanan donor darah untuk melihat berapa banyak stok darah yang tersisa di sana.
"Dengan begitu jika stoknya sedang berkurang, mereka yang melihatnya akan segera merespons dengan melakukan donor darah, atau setidaknya menyebarkannya lewat media sosial," pungkas Karolina.
Baca juga: Bagi yang Rutin Transfusi Darah, Ilmuwan Sarankan Punya Donor Tetap
(lll/ajg)











































